• 29

    Dec

    oh social media, oh socialite

    Lucu juga membaca tulisan soal seorang bernama Peter Shankman di AS. Pria yang dijuluki (atau menjuluki diri?) ’social media socialite’ itu pada Natal lalu menggelar pesta besar dengan undangan terbatas. Guests of the first-of-its-kind party will be personally-chosen specifically by their social media influence and engagement. Undangan itu diledek habis oleh The Bad Pitch Blog –blog yang, btw, harusnya jadi santapan wajib penggiat Public Relations di Indonesia. (Baca selengkapnya di Open Letter to Peter Shankman…) Berikut ini kutipan yang menarik dan bisa jadi bahan introspeksi diri penggiat dunia maya, dan penggiat social media, di manapun berada: “Please remember that social media is all about anti-elitism. Its about connecting peopleauthenticity, trans
  • 16

    Dec

    jurus menulis singkat

    Menulis singkat, apalagi dalam batasan 140 karakter yang kita kenal baik itu, bukan berarti mengorbankan mutu tulisan. Itu poin utama dari Roy Peter Clark, pengelola kolom ‘Writing Tools’ dari Poynter Institute, dalam sebuah kolomnya tentang tulisan bermutu di jejaring sosial. Pembatasan karakter, dalam bentuk apapun, bisa menjadi alat yang baik untuk melatih disiplin seorang penulis. Karena harus singkat, penulis dipaksa untuk memotong, menyunting, memoles dan merapikan sambil tetap yakin bahwa pesannya sampai. Sebenarnya, menulis singkat ini bukan sekadar menulis pendek. ‘Siapapun’ bisa menulis pendek, tapi untuk menulis dalam batasan tertentu dengan tetap menampilkan gaya, nuansa dan pesan yang tepat, butuh upaya lebih. “In other words, short writing may
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post