• 29

    Dec

    oh social media, oh socialite

    Lucu juga membaca tulisan soal seorang bernama Peter Shankman di AS. Pria yang dijuluki (atau menjuluki diri?) ’social media socialite’ itu pada Natal lalu menggelar pesta besar dengan undangan terbatas. Guests of the first-of-its-kind party will be personally-chosen specifically by their social media influence and engagement. Undangan itu diledek habis oleh The Bad Pitch Blog –blog yang, btw, harusnya jadi santapan wajib penggiat Public Relations di Indonesia. (Baca selengkapnya di Open Letter to Peter Shankman…) Berikut ini kutipan yang menarik dan bisa jadi bahan introspeksi diri penggiat dunia maya, dan penggiat social media, di manapun berada: “Please remember that social media is all about anti-elitism. Its about connecting peopleauthenticity, trans
  • 6

    Oct

    Prinsip Dasar Jurnalisme Online

    Ini menarik untuk diikuti, Paul Bradshaw dari Online Journalism Blog sedang menerbitkan sebuah seri yang akan membahas prinsip dasar dari jurnalisme online. Bradshaw membuatnya dalam seri yang disebut BASIC, setiap huruf melambangkan sebuah konsep. Dan dia memulainya dengan B untuk Brevity. Update: Bradshaw telah melanjutkan untuk huruf kedua, yaitu A untuk Adaptability. Update 26 Feb 2008: Tambah lagi untuk huruf S untuk Scannability, artinya sudah ada 3 dari 5 huruf. Update 16 April 2008: Sekarang sudah sampai huruf keempat, yaitu I untuk Interactivity. Update Okt 2008: Akhirnya selesai juga untuk prinsip kelima, yaitu C untuk Community & Conversation. Brevity artinya Ringkas Ini merujuk pada konsep jangan bertele-tele saat menulis di web. Bukan berarti tulisan harus pendek,
  • 27

    Aug

    Bukan Arsitek, Tapi Pembuat Peta

    Aaron Rester mencuatkan sebuah gumaman filosofis dalam kolomnya di A List Apart. Merunut pemikiran Henri Lefebvre dibandingkan Rene Descartes, ia menarik kesimpulan bahwa pembuat situs bisa mendapat banyak manfaat dengan berpikir sebagai pembuat peta alih-alih seorang arsitek. Kalau saya menyimpulkan, Rester berargumen bahwa pembuat situs di masa kini akan lebih baik menyusun situsnya berdasarkan interaksi sosial para pengguna dan bukan berdasarkan keinginan pembuat. The rise of the social web demands that if we are to help shape meaningful online experiences for our users, we must rethink our traditional role as builders of digital monuments and turn our attention to the close observation of the spaces that our users are producing around us. Mungkin bisa disimpulkan, dengan mengadopsi
  • 22

    Jul

    Malu Bertanya, Seret di Poin

    Keluarga besar detikcom bertambah dengan hadirnya situs TanyaSaja.com. Lucu juga melihat budaya tanya-jawab yang berlangsung di situ. Kebanyakan orang pada awalnya mungkin akan memberikan jawaban yang ‘asal’ tapi lama-kelamaan mereka akan sadar bahwa ini adalah media yang bisa bermanfaat ketika membutuhkan sebuah jawaban yang sungguhan. Ketika kesadaran untuk menjawab dengan sebenarnyaitu tumbuh, saya yakin TanyaSaja.com akan menjadi salah satu sumberdaya internet lokal yang cukup berharga. Untuk saat ini? Ya, tanya saja (dan jawab saja) dulu… (nb. judul posting ini mengacu pada sistem poin reward yang diberikan TanyaSaja.com pada pengguna yang aktif.)
  • 22

    May

    1, 2, 3-nya Associated Press

    Ini mungkin tanda fajar menyingsingnya era baru pemberitaan. Kantor berita Associated Press (AP), telah menerapkan sistem 1-2-3 dalam menyusun materi mereka. Ini adalah sistem yang diterapkan setiap kali ada berita baru yang diperoleh AP: Pertama, segera setelah berita terkumpul, sebuah headline, 50 karakter, dilepaskan sebagai breaking news update. Mungkin mirip news ticker yang ada di tv. Kemudian, ringkasan dalam 130-kata dilepaskan. Gaya penulisannya memungkinkan untuk diadopsi oleh segala jenis media, mulai dari online, siaran hingga cetak. Ini disebut juga dengan ‘AP News Now’. Baru setelah itu, Editor dan reporter AP mulai memikirkan apakah berita 130-kata tadi akan dikembangkan dan dengan media apa. Mulai dari artikel 500-kata, grafik interaktif hingga video. Ad
  • 24

    Mar

    Blog Lebih Menarik dari Reportase?

    Josh Benton (seorang jurnalis muda dan penerima fellowship dari Nieman Foundation for Journalism, Harvard University) menyusun kurva berikut yang sepintas mungkin mengejutkan: Saya agak bingung ketika melihat kurva (atau diagram ya?) tersebut. Setelah saya baca-baca penjelasannya, agaknya (menurut saya) kurva itu akan lebih jelas kalau dibuat seperti ini: Ternyata yang dimaksud blogging oleh Benton adalah berita dari lokasi kejadian yang disiarkan secara spontan. Mirip-mirip dengan yang kadang dilakukan oleh Detikcom sih. Sedangkan kalau pendapat pribadi saya: blogging itu sangat bervariasi sehingga interestingness-nya akan punya kurva sendiri yang pada diagram di atas mungkin beberapa akan berada di atas conventional reporting, tapi beberapa lagi bisa jadi ada di bawah itu.
  • 18

    Feb

    Magnificent Seven Jurnalisme Multimedia

    Ada tujuh jagoan di era jurnalisme multimedia, siapa saja tujuh jagoan itu dan apa keunggulan mereka? Mindy McAdams, dari Teaching Online Journalism, menggariskan tujuh jagoan (format) yang bisa digunakan jurnalis/pers dalam menyampaikan sebuah kisah/berita ke pengunjungnya. Mindy bilang, “paling tidak, Anda harus mengerti media tertentu cocoknya untuk apa. Bahkan, misalnya, Anda tak tahu bagaimana membuat audio slideshow tapi setidaknya Anda harus mengerti berita seperti apa yang paling cocok ditampilkan dengan itu dan berita apa yang tidak.” Bingung? Berikut adalah contekannya, seperti disarikan Mindy dari Regina McCombs di Poynter. Video Melihat atau mendengar sesuatu secara langsung Gerakan / peristiwa / aksi Audio dan video saling melengkapi; menempatkan pemb
  • 14

    Feb

    Apa Beda Klik-nya Direktur dengan Klik-nya Mahasiswa?

    Emre Sokullu menuliskan opini yang menarik di readwriteweb.com. Saya tertarik bukan pada Plan B untuk Microsoft-nya, tetapi mengenai ‘teori’-nya bahwa iklan di internet saat ini masih bisa dikembangkan lebih jauh: Todays online advertising is far too linear. Whoever clicks gives the same amount of money to the publisher and the network. That is, under the current model, the click of a person with limited purchase power is worth the same as a click from Bill Gates. Kalau saya nggak salah nangkep, ini artinya iklan pun bisa dibuat personal. Bukan hanya dalam hal iklan yang ditampilkan akan sesuai dengan pengunjung yang datang tapi juga dalam arti interaksi pada sebuah iklan di web akan memberikan hasil yang berbeda-beda dari sisi pemasang iklan. Sehingga pendapatan dari klik
  • 11

    Feb

    Ekonomi Perhatian

    Here’s something worth thinking about: The basic ideas behind the Attention Economy are simple. Such an economy facilitates a marketplace where consumers agree to receives services in exchange for their attention. (The Attention Economy: An Overview) Attention Economy merupakan sebuah konsep yang patut jadi perhatian mereka-mereka yang punya andil dalam pengembangan situs web. Dengan banyaknya situs dan layanan berbasis web saat ini, maka pengunjung dihadapkan pada banyak pilihan. Ketika pengunjung tidak menemukan apa yang mereka butuhkan dalam sebuah situs, maka pengunjung akan mudah pergi. Sehingga, pengelola situs akan berlomba-lomba untuk mengikat perhatian pengunjungnya. Dengan kata lain, loyalitas pengunjung terhadap sebuah situs menjadi makin sulit untuk diandalkan. Reko
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post