• 22

    Sep

    Hari yang Panjang

    “A wise man once said–’the skill in attending a party is knowing when it’s time to leave.’” (Michael Stipe via http://remhq.com/news_story.php?id=1446 ) REM, salah satu band favorit saya, akhirnya memutuskan untuk selesai. Tak ada rasa sedih atau terharu setelah mereka bubar, hanya sedikit ‘kesal’ karena tak pernah sempat melihat penampilan live mereka. Mereka menyebut akhir karir 31 tahun itu sebagai ‘calling it a day‘ seperti yang biasa dilakukan para pekerja setelah selesai dalam sehari. Sebuah perpisahan yang casual untuk sebuah band yang rendah hati. Mengingatkan pada lagu-lagu mereka seperti Finest Worksong, Can’t Get There from Here, Daysleeper. Receiving department, 3 a.m. Staff cuts have socked up the overage Dir
  • 9

    Dec

    developing a thicker skin

    It is inevitable that some people will disparage anything you do, good or bad. It hurts but Im developing a thicker skin and at the end of the day it matters what you do, not what other people say. The only thing I can really promise about the future is that some point Ill make another mistake and royally screw things up and all I can do is be grateful for the people that remember were all human and the sooner we can move on the sooner we can get back to work. (Matt Mullenweg, 2005) Quote di atas patut dicatet, terutama buat mereka yang berkecimpung di dunia Jurnalisme atau Tulis Menulis (atau bidang apapun sih) yang akan berhadapan dengan orang banyak. Apapun yang kita lakukan, apapun yang kita tulis, meskipun itu dengan niat baik, pasti akan selalu ada orang yang tidak suka.
  • 13

    Aug

    mari bicara

    Tulisan berjudul Langka di blog WritingSessionClub membuat saya berpikir. Bahkan dengan orang-orang yang terdekat pun belakangan saya ‘lupa’ berkomunikasi. Far more frequently you’re wearing perfume With you say no special place to go But when I ask will you be coming back soon You don’t know, never know Semoga tidak seperti lirik di atas. Anyway, sebenarnya tidak ada alasan yang jelas. Kayaknya harus beli teh SariWangi nih. Mari Bicara. (lirik dari LyricsFreak)
  • 30

    Jul

    false sense of progress

    Di Depok, hampir tiap malam hari kerja, saya menyeberangi pertigaan Margonda - Arif Rahman. Lampu merah di situ cukup lama, kadang penyeberang tak sabar dan melintas sebelum lampu orang berwarna hijau. Suatu malam saya mencoba sebuah teori. Orang di sebelah saya melintas sebelum waktunya, saya sengaja menunggu sinyal lampu yang tepat. Ia terjebak di tengah jalan, menunggu mobil melintas. Saya masih di pinggir jalan. Ia terjebak di pemisah jalan di bawah lampu merah. Saya masih di pinggir jalan. Lampu hijau pejalan kaki menyala. Saya menyeberang. Orang itu sekarang ada di sebelah saya lagi. Lalu kami menyeberang separuh ruas margonda lagi. Lalu kami terjebak di tengah jalan Arif Rahman. Menunggu kendaraan yang belok. Kami sama-sama sampai di tempat angkot. Pada waktu yang sama, meski
  • 6

    Feb

    Tuliskan, Maka Terwujudlah

    Saat sangat menginginkan sesuatu, tuliskanlah, maka akan terwujud sesuatu itu. Percaya nggak? Neely Tucker dari Washington Post menuliskan: We are never more than the myths we tell ourselves we are. Seorang karakter dalam lagu Michael Stipe, The Lifting, mengatakan “We’re only what our minds assume…“ Scott Adams, pengarang komik Dilbert, dalam buku Dilbert Future: Thriving on Stupidity in the 21st Century mengatakan: Men want sex. If men ruled the world, they could get sex anywhere, anytime. Restaurants would give you sex instead of breath mints on the way out. Gas stations would give sex with every fill-up. Banks would give sex to anyone who opened a checking account. Sebenarnya bukan quote itu dari Scott Adams yang mau saya ambil. Tapi yang ada di Quotations
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post