• 17

    Mar

    Dua Aliran dalam Penulisan Panjang

    Kalau pernah ikutan NaNoWriMo, atau secara umum menyelam ke penulisan karya yang agak panjang (katakanlah Novel atau Buku), bisa diamati bahwa ada dua aliran dalam menulis. Tepatnya, dua aliran dalam ’strategi menyusun tulisan panjang’. Plotter / Planner : Ini adalah mereka yang menyusun dulu garis besar cerita atau ‘kerangka karangan’ sebelum menuliskannya. Aliran ini kadang dipandang sebelah mata karena dianggap membuat sesak kreativitas, tulisan konon jadi ‘tidak mengalir’ dan lain sebagainya. Pantser : Ini adalah mereka yang menyusun tulisan dengan langsung terjun kata demi kata, paragraf demi paragraf dan halaman demi halaman. Aliran ini dikritik karena kerap menghasilkan karya yang tidak fokus, berantakan dan ‘ke mana-mana’. Apapu
  • 26

    Aug

    Aksara Kemang Kenapa Ya?

    Beberapa minggu lalu saya dan keluarga menyengajakan diri berangkat ke Aksara Kemang. Niatnya sih mau shopping spree buku-buku impor, beberapa judul buku pun sudah terbayang di kepala. Ternyata eh ternyata.. koleksi buku di salah satu toko buku yang pernah jadi favorit saya itu sudah menipis dan ‘mengering’. Tak lagi seasik dulu berburunya, karena koleksinya berkurang. Saya merasa seperti seorang pemburu yang memasuki hutan dan mendapatkan para hewan telah habis. For me, a bookstore is like sex or pizza: even when it’s bad it’s good. (Kata Roy Peter Clark) Ada yang tahu nggak ada apa dengan Aksara Kemang? Apakah akan tutup?
  • 12

    Feb

    Mengutip Paulo Coelho

    Dalam bukunya The Witch of Portobello: Semua orang mencari guru yang sempurna, namun meski yang diajarkan adalah agung, para guru hanyalah manusia biasa, dan hal itu sulit diterima oleh para murid. Jangan salah membedakan antara guru dan pelajaran yang dibawanya, ritual dengan kenikmatan darinya, pembawa simbol dengan simbol itu sendiri. (diterjemahkan secara bebas dari sini) Powered by ScribeFire.
  • 6

    Feb

    Tuliskan, Maka Terwujudlah

    Saat sangat menginginkan sesuatu, tuliskanlah, maka akan terwujud sesuatu itu. Percaya nggak? Neely Tucker dari Washington Post menuliskan: We are never more than the myths we tell ourselves we are. Seorang karakter dalam lagu Michael Stipe, The Lifting, mengatakan “We’re only what our minds assume…“ Scott Adams, pengarang komik Dilbert, dalam buku Dilbert Future: Thriving on Stupidity in the 21st Century mengatakan: Men want sex. If men ruled the world, they could get sex anywhere, anytime. Restaurants would give you sex instead of breath mints on the way out. Gas stations would give sex with every fill-up. Banks would give sex to anyone who opened a checking account. Sebenarnya bukan quote itu dari Scott Adams yang mau saya ambil. Tapi yang ada di Quotations
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post