Dua Aliran dalam Penulisan Panjang

Thursday, March 17th, 2011

Kalau pernah ikutan NaNoWriMo, atau secara umum menyelam ke penulisan karya yang agak panjang (katakanlah Novel atau Buku), bisa diamati bahwa ada dua aliran dalam menulis. Tepatnya, dua aliran dalam ’strategi menyusun tulisan panjang’.

  1. Plotter / Planner : Ini adalah mereka yang menyusun dulu garis besar cerita atau ‘kerangka karangan’ sebelum menuliskannya. Aliran ini kadang dipandang sebelah mata karena dianggap membuat sesak kreativitas, tulisan konon jadi ‘tidak mengalir’ dan lain sebagainya.
  2. Pantser : Ini adalah mereka yang menyusun tulisan dengan langsung terjun kata demi kata, paragraf demi paragraf dan halaman demi halaman. Aliran ini dikritik karena kerap menghasilkan karya yang tidak fokus, berantakan dan ‘ke mana-mana’.

Apapun aliran yang dipilih, ada satu hal penting yang perlu dipahami: keduanya tidak salah. Tidak ada satu aliran yang paling benar di antara yang lain, penulis sah-sah saja memilih aliran mana yang mau digunakannya.

Memilih yang satu bukan berarti akan menghasilkan karya yang lebih baik atau lebih buruk dari memilih yang lain.

Hal yang pokok dari menulis karya panjang semacam itu adalah: tahu apa yang hendak dicapai.

Tugas penulis adalah mencari pucuk-pucuk cerita (atau konsep, atau fakta) yang akan membuat pembaca betah terus membaca karya panjang tersebut. Jika ia seorang planner, ini berarti menuangkannya dalam kerangka. Bagi seorang pantser, berarti membuat draft pertama.

Lebih khusus bagi seorang pantser, jangan pernah beranggapan bahwa draft pertama itu adalah karya akhir. Itu merupakan search draft yang digunakan untuk menemukan pucuk-pucuk cerita tadi.

Dan bagi kedua tipe di atas, draft pertama yang dihasilkan memang dibuat untuk kemudian dihaluskan, dirapihkan dan disusun ulang. Tentunya, dari draft pertama tadi akan ada banyak sekali yang harus dibuang. Tapi demikianlah risiko yang harus diambil.

Tulisan di atas mengambil pemikiran dari wawancara dengan Larry Brooks di situs WriterUnboxed. (Story Engineering: An Interview with “Top 10 Writing Blogger” and Author Larry Brooks)

Prinsip Dasar Jurnalisme Online

Monday, October 6th, 2008

Ini menarik untuk diikuti, Paul Bradshaw dari Online Journalism Blog sedang menerbitkan sebuah seri yang akan membahas prinsip dasar dari jurnalisme online.

Bradshaw membuatnya dalam seri yang disebut BASIC, setiap huruf melambangkan sebuah konsep. Dan dia memulainya dengan B untuk Brevity.

Update: Bradshaw telah melanjutkan untuk huruf kedua, yaitu A untuk Adaptability.

Update 26 Feb 2008: Tambah lagi untuk huruf S untuk Scannability, artinya sudah ada 3 dari 5 huruf.

Update 16 April 2008: Sekarang sudah sampai huruf keempat, yaitu I untuk Interactivity.

Update Okt 2008: Akhirnya selesai juga untuk prinsip kelima, yaitu C untuk Community & Conversation.

Read the rest of this entry »

1, 2, 3-nya Associated Press

Thursday, May 22nd, 2008

Ini mungkin tanda fajar menyingsingnya era baru pemberitaan. Kantor berita Associated Press (AP), telah menerapkan sistem 1-2-3 dalam menyusun materi mereka.

Ini adalah sistem yang diterapkan setiap kali ada berita baru yang diperoleh AP:

  1. Pertama, segera setelah berita terkumpul, sebuah headline, 50 karakter, dilepaskan sebagai breaking news update. Mungkin mirip news ticker yang ada di tv.
  2. Kemudian, ringkasan dalam 130-kata dilepaskan. Gaya penulisannya memungkinkan untuk diadopsi oleh segala jenis media, mulai dari online, siaran hingga cetak. Ini disebut juga dengan ‘AP News Now’.
  3. Baru setelah itu, Editor dan reporter AP mulai memikirkan apakah berita 130-kata tadi akan dikembangkan dan dengan media apa. Mulai dari artikel 500-kata, grafik interaktif hingga video. Ada berita tertentu yang cukup sampai di langkah kedua, ada juga yang berkembang jadi ‘banyak berita’.

Kapan diterapkan kantor berita yang lain?

Blog Lebih Menarik dari Reportase?

Monday, March 24th, 2008

Josh Benton (seorang jurnalis muda dan penerima fellowship dari Nieman Foundation for Journalism, Harvard University) menyusun kurva berikut yang sepintas mungkin mengejutkan:

bentoncurveori.jpg

Read the rest of this entry »

Magnificent Seven Jurnalisme Multimedia

Monday, February 18th, 2008

Ada tujuh jagoan di era jurnalisme multimedia, siapa saja tujuh jagoan itu dan apa keunggulan mereka?

Read the rest of this entry »

Ekonomi Perhatian

Monday, February 11th, 2008

Here’s something worth thinking about:

The basic ideas behind the Attention Economy are simple. Such an economy facilitates a marketplace where consumers agree to receives services in exchange for their attention. (The Attention Economy: An Overview)

Attention Economy merupakan sebuah konsep yang patut jadi perhatian mereka-mereka yang punya andil dalam pengembangan situs web.

Read the rest of this entry »