oh social media, oh socialite

Wednesday, December 29th, 2010

foxwhispers500Lucu juga membaca tulisan soal seorang bernama Peter Shankman di AS. Pria yang dijuluki (atau menjuluki diri?) ’social media socialite’ itu pada Natal lalu menggelar pesta besar dengan undangan terbatas.

“Guests of the first-of-its-kind party will be personally-chosen specifically by their social media influence and engagement.”

Undangan itu diledek habis oleh The Bad Pitch Blog –blog yang, btw, harusnya jadi santapan wajib penggiat Public Relations di Indonesia. (Baca selengkapnya di Open Letter to Peter Shankman…)

Berikut ini kutipan yang menarik dan bisa jadi bahan introspeksi diri penggiat dunia maya, dan penggiat social media, di manapun berada: “Please remember that social media is all about anti-elitism. It’s about connecting people…authenticity, transparency, meeting in real life.”

Tulisan menarik, masih soal hal yang sama, juga ada di blog Chuckhemann.com. Judulnya: The Klout that Stole Christmas (silakan dibaca untuk lengkapnya, bagus kok).

Saya tampilkan berikut ini kutipan yang juga menarik, setidaknya menurut saya menarik: “I’d much rather contribute a smaller amount of content and have it be useful to people then just be a chatter box on Twitter.”

Di saat semua orang harus teriak untuk bisa didengar, saya memilih untuk berbisik saja.

Foto via Flickr, Law_Keven, lisensi Creative Commons

Prinsip Dasar Jurnalisme Online

Monday, October 6th, 2008

Ini menarik untuk diikuti, Paul Bradshaw dari Online Journalism Blog sedang menerbitkan sebuah seri yang akan membahas prinsip dasar dari jurnalisme online.

Bradshaw membuatnya dalam seri yang disebut BASIC, setiap huruf melambangkan sebuah konsep. Dan dia memulainya dengan B untuk Brevity.

Update: Bradshaw telah melanjutkan untuk huruf kedua, yaitu A untuk Adaptability.

Update 26 Feb 2008: Tambah lagi untuk huruf S untuk Scannability, artinya sudah ada 3 dari 5 huruf.

Update 16 April 2008: Sekarang sudah sampai huruf keempat, yaitu I untuk Interactivity.

Update Okt 2008: Akhirnya selesai juga untuk prinsip kelima, yaitu C untuk Community & Conversation.

Read the rest of this entry »

Bukan Arsitek, Tapi Pembuat Peta

Wednesday, August 27th, 2008

Aaron Rester mencuatkan sebuah gumaman filosofis dalam kolomnya di A List Apart. Merunut pemikiran Henri Lefebvre dibandingkan Rene Descartes, ia menarik kesimpulan bahwa pembuat situs bisa mendapat banyak manfaat dengan berpikir sebagai pembuat peta alih-alih seorang arsitek.

Kalau saya menyimpulkan, Rester berargumen bahwa pembuat situs di masa kini akan lebih baik menyusun situsnya berdasarkan interaksi sosial para pengguna dan bukan berdasarkan keinginan pembuat.

The rise of the social web demands that if we are to help shape meaningful online experiences for our users, we must rethink our traditional role as builders of digital monuments and turn our attention to the close observation of the spaces that our users are producing around us.

Mungkin bisa disimpulkan, dengan mengadopsi pemikiran Lefebvre-isme ini, rancangan sebuah situs tak lagi ‘content driven‘ tapi ‘user driven‘. Setiap yang dibuat adalah demi memenuhi arus interaksi yang akan (dan sudah) terjadi.

Yang menggelitik dalam kepala saya adalah: sepertinya pemikiran ini bisa diaplikasikan pada bidang lain. Patut jadi bahan perenungan bersama beberapa cangkir kopi dan makanan ringan!

Malu Bertanya, Seret di Poin

Tuesday, July 22nd, 2008

Keluarga besar detikcom bertambah dengan hadirnya situs TanyaSaja.com. Lucu juga melihat budaya tanya-jawab yang berlangsung di situ.

Kebanyakan orang pada awalnya mungkin akan memberikan jawaban yang ‘asal’ tapi lama-kelamaan mereka akan sadar bahwa ini adalah media yang bisa bermanfaat ketika membutuhkan sebuah jawaban yang sungguhan.

Ketika kesadaran untuk menjawab dengan sebenarnyaitu tumbuh, saya yakin TanyaSaja.com akan menjadi salah satu sumberdaya internet lokal yang cukup berharga.

Untuk saat ini? Ya, tanya saja (dan jawab saja) dulu…

(nb. judul posting ini mengacu pada sistem poin reward yang diberikan TanyaSaja.com pada pengguna yang aktif.) 

1, 2, 3-nya Associated Press

Thursday, May 22nd, 2008

Ini mungkin tanda fajar menyingsingnya era baru pemberitaan. Kantor berita Associated Press (AP), telah menerapkan sistem 1-2-3 dalam menyusun materi mereka.

Ini adalah sistem yang diterapkan setiap kali ada berita baru yang diperoleh AP:

  1. Pertama, segera setelah berita terkumpul, sebuah headline, 50 karakter, dilepaskan sebagai breaking news update. Mungkin mirip news ticker yang ada di tv.
  2. Kemudian, ringkasan dalam 130-kata dilepaskan. Gaya penulisannya memungkinkan untuk diadopsi oleh segala jenis media, mulai dari online, siaran hingga cetak. Ini disebut juga dengan ‘AP News Now’.
  3. Baru setelah itu, Editor dan reporter AP mulai memikirkan apakah berita 130-kata tadi akan dikembangkan dan dengan media apa. Mulai dari artikel 500-kata, grafik interaktif hingga video. Ada berita tertentu yang cukup sampai di langkah kedua, ada juga yang berkembang jadi ‘banyak berita’.

Kapan diterapkan kantor berita yang lain?

Blog Lebih Menarik dari Reportase?

Monday, March 24th, 2008

Josh Benton (seorang jurnalis muda dan penerima fellowship dari Nieman Foundation for Journalism, Harvard University) menyusun kurva berikut yang sepintas mungkin mengejutkan:

bentoncurveori.jpg

Read the rest of this entry »

Magnificent Seven Jurnalisme Multimedia

Monday, February 18th, 2008

Ada tujuh jagoan di era jurnalisme multimedia, siapa saja tujuh jagoan itu dan apa keunggulan mereka?

Read the rest of this entry »

Apa Beda Klik-nya Direktur dengan Klik-nya Mahasiswa?

Thursday, February 14th, 2008

Emre Sokullu menuliskan opini yang menarik di readwriteweb.com. Saya tertarik bukan pada Plan B untuk Microsoft-nya, tetapi mengenai ‘teori’-nya bahwa iklan di internet saat ini masih bisa dikembangkan lebih jauh:

Today’s online advertising is far too linear. Whoever clicks gives the same amount of money to the publisher and the network. That is, under the current model, the click of a person with limited purchase power is worth the same as a click from Bill Gates.

Read the rest of this entry »

Ekonomi Perhatian

Monday, February 11th, 2008

Here’s something worth thinking about:

The basic ideas behind the Attention Economy are simple. Such an economy facilitates a marketplace where consumers agree to receives services in exchange for their attention. (The Attention Economy: An Overview)

Attention Economy merupakan sebuah konsep yang patut jadi perhatian mereka-mereka yang punya andil dalam pengembangan situs web.

Read the rest of this entry »