Jurnalisme Sastrawi = Ngeblog?

Wednesday, February 13th, 2008

Jurnalisme Sastrawi (literary journalism) atau juga dikenal dengan nama narrative reporting membuka kesempatan pada wartawan untuk berkreasi. Sentuhan warna, nuansa dan karakter ala karya sastra digunakan untuk membuat kisah yang dramatis (tapi tetap merupakan sebuah berita).

Menurut Brian Spadora, dari Poynter.org, Norman Sims (penulis buku True Stories: A Century of Literary Journalism) menyebut bahwa bentuk-bentuk awal dari jurnalisme sastrawi itu memiliki kemiripan dengan bentuk narasi yang sekarang akrab di kalangan jurnalis: apalagi kalau bukan blog.

Read the rest of this entry »

Ekonomi Perhatian

Monday, February 11th, 2008

Here’s something worth thinking about:

The basic ideas behind the Attention Economy are simple. Such an economy facilitates a marketplace where consumers agree to receives services in exchange for their attention. (The Attention Economy: An Overview)

Attention Economy merupakan sebuah konsep yang patut jadi perhatian mereka-mereka yang punya andil dalam pengembangan situs web.

Read the rest of this entry »

Perlukah Multimedia Journalist?

Wednesday, February 6th, 2008

Tantangan saat ini, terutama di media online, ‘memaksa’ jurnalis untuk bisa segala hal. Mulai dari tugas jurnalisme dasar (reporting, writing) sampai fotografi dan videografi.

Nah, Bas Broekhuizen, editor Volkskrant TV di Belanda mengatakan ini:

“In my opinion every journalist can learn to be a video journalist, as long as he or she is not afraid of the technical aspects (camera, computer, et cetera). Journalism is about telling good stories and in that regard there’s no difference between writing and filming.

Read the rest of this entry »