Wartawan Eksperimen = Wartawan Bahagia

Thursday, June 26th, 2008

sandcastle.jpgBiarkan seorang wartawan bereksperimen, apakah itu dengan teknologi baru (misalnya, editing video, membuat blog dll) atau dengan format baru (menulis fitur, menulis cerita pendek) maka dia akan bahagia.

Yah, bahagia mungkin kata yang terlalu ekstrim. Paling tidak dia akan bertambah gairahnya.

Ini karena stereotip wartawan yang biasanya:

  • Ingin tahu.
  • Suka berpetualang.
  • Kritis. (kurang suka pada kondisi monoton)

Andy Dickinson menulis bahwa kuli tinta yang diminta mengembangkan konten video online di beberapa koran di Inggris melakukannya dengan otodidak. Dan mereka senang melakukan itu.

This may come as a shock to the more for less brigade and, though it may be it’s a leap of logic on my part, it would seem that journalists enjoy learning new skills - wherever they are doing that.

For me that just underlines again the real importance of my hobby horse of playtime (set aside time for journalists to try new things). Give your journalists time to learn the new skills and maybe that ‘enjoy it more’ figure will grow.

Jadi… give us a sandbox, and we shall build you a castle!

(Foto oleh FishMonk via sxc.hu)

Wartawan Ngeblog, Ngaruh Nggak Sih?

Wednesday, May 21st, 2008

Ngeblog diyakini ada pengaruhnya bagi jurnalis dalam melakukan kerja jurnalistiknya. Paling tidak begitu asumsi yang digunakan Paul Bradshaw dalam membuat survei tentang pengaruh blogging bagi wartawan.

belajarngetik.jpgKalau Anda wartawan, dan ngeblog, saya sarankan coba untuk mengikuti survei tersebut. Secara tidak sadar kita akan dipaksa untuk mempertanyakan bagaimana, semenjak ngeblog, kita membuat berita.

Menurut saya, ada beberapa pengaruh yang mungkin dirasakan wartawan setelah terbiasa ngeblog, yaitu: Read the rest of this entry »