the mind behind the champion

Monday, June 22nd, 2009

Bukan rahasia kalau saya nggak terlalu suka dengan Kobe Bryant. Ada sesuatu tentang Kobe yang membuatnya tampak: it’s all about me.

Dari sisi talenta tak perlu diragukan, Kobe memang punya kemampuan yang spesial. Bahkan ada yang bilang Kobe adalah pemain paling komplit saat ini.

Kemampuan Kobe dan Lakers-nya dalam mengatasi Orlando Magic di Finals NBA 2009 seakan membuktikan Kobe sebagai salah satu pemain hebat di sejarah NBA.

Yang membuat saya senang, ternyata di balik Kobe Bryant ada satu hal penting yang bernama riset! Yup, entah sejak berapa lama saya selalu beranggapan bahwa tim olahraga yang bagus adalah tim yang memiliki riset yang bagus.

Kobe pun punya risetnya sendiri. Selain dari Lakers, Kobe punya trainer khusus bernama Tim Grover. Ini adalah orang yang sama yang menjadi trainer legenda bola basket Michael Jordan.

Kobe pun punya seorang bernama Mike Procopio, asistennya Grover yang banyak memberikan masukan pada Kobe dari hasil riset. Yup, Kobe dan Mike’ Sweet Chuck’ Procopio konon kerap bertukar email seputar permainannya.

“To have someone as dedicated to the game as [Procopio], it was great for me,” Bryant said. “He could see things from the outside looking in that sometimes get a little cloudy when you’re in the moment of the battle.” (Yahoo)

Ya, riset telah membantu Bryant –pemegang empat cincin juara NBA– dalam mempersiapkan mentalnya sebelum pertandingan. Riset membantu Bryant memutuskan gerakan seperti apa yang perlu (dan tidak perlu) dilakukan dalam menghadapi tim dan pemain lain.

Riset, dengan demikian, telah banyak membantu Bryant dalam menjadi juara NBA.

the bigger man

Monday, June 1st, 2009

Matchup antara Mr James dan Mr Howard sudah selesai. The bigger name, bigger star, bigger salary dan bigger endorsement sudah dipastikan tak akan menemui the other bigger name di Finals NBA.

Yup, tak ada Dream Finals LeBron ‘King’ James vs Kobe Bryant.

Iklan-iklan NBA yang menampilkan rivalitas keduanya menjadi ..euh.. hanya sekadar mimpi basah Mr David Stern belaka.

Orlando Magic terbukti jadi the better team dan menundukkan James dkk. Konon, Howard memiliki peran pendamping yang lebih mendukung dibandingkan ’saksi mata” yang ditempatkan Cavs untuk menemani James di lapangan.

Bisa jadi, Cavs gagal membendung Magic karena:

  • Tak punya Big Man yang cukup kuat
  • Howard ‘terpaksa’ di-double, dan ini membuka satu Shooter Magic untuk melancark 3-point (dan percaya deh, ada banyak sekali 3-point dari Magic)

Nah, omong-omong soal Big Man, sekarang saya masih mempertimbangkan siapa yang Bigger, Dwight Howard atau LeBron James.

Ini bukan soal Star Power, gaji ataupun kemampuan di lapangan. Tapi ini soal pribadi keduanya.

Howard dan James memang nampak sebagai Good Guy. Keduanya (kalau saya tak salah mengamati) senang memberi untuk amal.

Keduanya juga tak suka mengkritik teman satu timnya secara blak-blakan dan cenderung sombong (tidak seperti ’seseorang’).

Namun satu hal yang kemarin agak mengganggu adalah ‘kabur’-nya James dari lapangan seusai dikalahkan Magic. Tak ada salaman sopan, apalagi peluk mesra penuh persahabatan seperti yang dilakoni Mr Bryant dan Mr Anthony.

Padahal James dan Howard pernah bersama-sama berjuang mendapatkan emas saat membela Amerika Serikat di Olimpiade 2008.

Kenapa James?

NB. Di sisi lain, James masih memiliki kekuatan dari aura-nya sebagai non-star superstar:

  • Ia selalu ditemani ibunya Gloria dalam pertandingan
  • Ia masih tinggal di Akron tempat masa kecilnya
  • Ia senang ‘gaul’ dengan keluarga dan teman lamanya
  • Ia menerima gelar MVP dengan upacara yang jauh dari kemewahan (diadakan di aula SMA-nya)

So who is the Bigger Man? James atau Howard? Dunno.. siapapun boleh asalkan tetap mempertontonkan aksi seru di lapangan! :)

a hero’s struggle

Wednesday, May 27th, 2009

Baik Los Angeles Lakers dengan Kobe Bryant-nya maupun Cleveland Cavaliers dengan LeBron James-nya sedang dilanda ‘kejutan’.

Bryant agak ‘lumayan’ karena ditahan imbang oleh Denver Nuggets. Di sisi lain, King James agak apes karena dalam posisi lemah 3-1 melawan Orlando Magic dan Super Dwight Howard-nya.

Masih ada banyak pertandingan, dan masih ada banyak kemungkinan.

Bisa saja Lakers akhirnya mengalahkan Nuggets. Atau bahkan Cavs membuat dramatic comeback dengan menghantam balik Orlando dalam sisa pertandingan yang ada.

Jika itu yang terjadi, laga Bryant vs James di final NBA akan menjadi Third Act yang dramatis. Mereka akan sampai di medan pertempuran klimaks dengan pernyataan: ‘kami telah melalui perjuangan berat, nyaris mampus, tapi kami kembali untuk menang!’.

Jika itu tidak terjadi, baik Nuggets maupun Magic juga bisa membuat klaim yang sama. “Kami telah menaklukkan para raksasa, dan tempat yang sah bagi kami adalah pada tahta juara!”

Finals NBA tahun ini tampaknya akan menjadi epos yang cukup seru.

Atlanta Hawks ke Final NBA?

Sunday, April 19th, 2009

Saya sih nggak percaya. Tapi begitu kata widget-nya McDonalds. Obviously ada sesuatu yang benar-benar salah dari widget di NBA.com itu.

Sebagai contoh saja, Boston disebutkan melawan New York di Round 1 Playoff 2009. Masa sih New York 2009 bisa masuk Playoff? What kind of perverted playoff bracket is this?

Lebih ancur lagi, Boston kalah oleh… Millwaukee.. bukan New York. Liat aja deh di gambarnya, benar-benar absurd!

Untungnya gak lama setelah di-screenshot pengelola NBA.com menyadari kesalahan mereka dan menampilkan widget yang benar. :p

mcd_playoff2009

Ketika Emas Menundukkan Ego

Monday, August 25th, 2008

198267_olimpic_game_medal_athens.jpg Emas, biasanya diasosiasikan dengan ‘monster bermata hijau’ alias ketamakan (atau jangan-jangan monster itu sebenarnya iri?). Ini tertuang dalam banyak kisah, seingat saya salah satunya adalah kartun Warner Bros Tiny Toon yang dulu pernah saya tonton di salah satu televisi swasta (cmiiw).

Namun ada emas yang bisa menaklukkan egoisme dan membuat sekelompok orang bekerjasama.

Inilah emas yang diperebutkan dalam olimpiade pada cabang olahraga beregu. Misalnya sepakbola dan basket.

Contoh paling baru adalah kemenangan redeem team USA di final Olimpiade saat menghadapi Espanola dengan Pau Gasol-nya.

Bryant,  James, Wade dkk harus menelan ego masing-masing dan bermain sebagai tim demi mendapatkan emas penuh gengsi itu. Pelajarannya (mungkin) dari Boston Celtics yang berhasil meredam ego Pierce, Garnett dan Allen untuk menghasilkan Banner 17.

Nah, sebenarnya panggung sudah disiapkan buat LeBron James untuk menjadi ‘Return of The King’ (to Cleveland)  dan meraih cincin juara di musim depan. Masalahnya, apakah drama –yang tentunya membuat ngiler Nike dan Howard Stern– itu akan terwujud?

Jangan lupa bahwa James & Williams dkk kemungkinan masih harus berhadapan dengan Celtics yang sedang di atas angin. Dan juga bisa jadi akan bertemu Lakers atau Rockets di final (dua tim Barat yang kayaknya sedang dapat angin segar untuk musim depan).

Can’t hardly wait for the next NBA season.. assuming JakTV masih nyiarin :p

(Foto: Medali Emas Olimpiade Athena, oleh Petrenko via Sxc.hu)

Menang di Jalan atau Pulang Berkalang Nista!

Friday, May 23rd, 2008

doc_rivers_by_shaka_wikipedia.JPGTak ada pilihan lagi bagi Celtics! Setelah mengalami kekalahan kandang pertama mereka di TD Banknorth Garden selama Playoff 2008 ini, the Mean Green Machine harus bangkit dan merebut kemenangan di kandang ‘Bad Boys’ Detroit Pistons.

Yupe! Tak ada alasan lagi buat Pierce dkk. They’re not gonna be the first NBA team to win a championship by home-court advantage, the Pistons made sure of that.

Pilihannya hanya menang di jalan atau pulang berkalang nista!

It would be nice kalo Celtics bisa mengalahkan Pistons dan bertemu Lakers di final. Rematch Lakers vs Celtics di era jadul (Magic Johnson vs Larry Bird, anyone?) dengan wajah-wajah baru seperti Bryant dan Gasol di Lakers serta Pierce, Allen, Garnett di Celtics. Ini mungkin alasan saya mendukung Celtics banget tahun ini he he he he.

(Foto: Doc Rivers dari Shaka via Wikipedia)