Tukang Sampah yang Cerdas

1 July 2008

Tukang sampah itu dengan santai memasukkan kantong-kantong sampah ke dalam truk. Sementara sang karyawan, seorang programmer komputer, bertanya padanya dengan serius. Pertanyaannya menyembunyikan makna filosofis dan kerap sulit dijawab oleh ‘pakar’.

“Saya berhasil menciptakan sosok yang merupakan sepenuhnya kebalikan dari diri saya. Tapi saya tidak bisa mengeluarkannya dari tabung, karena dia bisa terancam eksistensinya. Apa yang harus saya lakukan?”

Jawabannya?

“Jika dia memang benar-benar kebalikan dari dirimu, sedangkan kau tidak tahu jawabannya, maka dia pasti tahu jawabannya!”

Logika sederhana tapi filosofis sekali bukan? Itulah tokoh Garbage Man dalam komik strip Dilbert buatan jagoan satir Scott Adams.

Saya teringat tokoh ’supir einstein’ dalam joke yang kerap disangka kejadian nyata oleh banyak orang. Supir yang ‘cerdas’ itu menggantikan Einstein dalam sebuah ceramah, lalu pada saat ia mendapatkan pertanyaan yang sulit sang supir berkelit dengan mengatakan pertanyaan bodoh itu bahkan bisa dijawab oleh ’supirnya’ (yang padahal Einstein sungguhan).

Baca komik itu di Dilbert.com!


Like Father, Like Son?

27 June 2008

NBA musim berikutnya saya akan menambah satu tim dalam daftar tim yang saya ikuti perkembangannya. Ini adalah Sacramento Kings.

Patrick Ewing JrAlasannya sederhana saja, pada Draft Night 2008 Kings merekrut Patrick Ewing Jr, anak dari mantan Center andalan New York Knicks Patrick Ewing. Mantan Georgetown Hoyas (sama seperti bapaknya) ini dipilih pada nomor 43 draft putaran kedua.

Yeah, dari hasil draft itu sih sangat tidak menjanjikan. Apalagi sejauh ini prestasi Ewing Jr di NCAA kok kelihatannya adem ayem saja. Tapi mungkin karena statusnya yang sudah ‘Senior’ di kampus dan nama besar bapaknya, akhirnya Kings merekrut Junior. Soalnya kalau tidak direkrut sekarang, kapan lagi ada kesempatan buat Junior untuk main di NBA?

Tapi siapa tahu, Junior punya kemampuan yang bagus dan akan muncul setelah dia berlaga di NBA. Siapa tahu setelah masuk Kings dia jadi bersinar. Anyway, it might be fun to see this kid following the footstep (while simultaneously trying to break away from the shadow) of his father .

(Foto: Patrick Ewing Jr. oleh Patrickneil via Wikipedia)


Wartawan Eksperimen = Wartawan Bahagia

26 June 2008

sandcastle.jpgBiarkan seorang wartawan bereksperimen, apakah itu dengan teknologi baru (misalnya, editing video, membuat blog dll) atau dengan format baru (menulis fitur, menulis cerita pendek) maka dia akan bahagia.

Yah, bahagia mungkin kata yang terlalu ekstrim. Paling tidak dia akan bertambah gairahnya.

Ini karena stereotip wartawan yang biasanya:

  • Ingin tahu.
  • Suka berpetualang.
  • Kritis. (kurang suka pada kondisi monoton)

Andy Dickinson menulis bahwa kuli tinta yang diminta mengembangkan konten video online di beberapa koran di Inggris melakukannya dengan otodidak. Dan mereka senang melakukan itu.

This may come as a shock to the more for less brigade and, though it may be it’s a leap of logic on my part, it would seem that journalists enjoy learning new skills - wherever they are doing that.

For me that just underlines again the real importance of my hobby horse of playtime (set aside time for journalists to try new things). Give your journalists time to learn the new skills and maybe that ‘enjoy it more’ figure will grow.

Jadi… give us a sandbox, and we shall build you a castle!

(Foto oleh FishMonk via sxc.hu)


Tujuh Belas

25 June 2008

Mengikuti Celtics sejak awal musim ini.. kok tiba-tiba saya seperti tidak ikut merayakan keberhasilan tim legendaris itu meraih Banner 17 ya?

The Truth is.. saya ikut merayakan kok.. tersenyum girang di depan layar televisi dalam sebuah kamar di lantai 29 sebuah hotel di salah satu jalan paling sibuk di Asia Tenggara. Dan hari itu ESPN menyiarkan game yang sama tiga kali, kalo nggak salah, dan saya menonton sekilas hampir setiap kali disiarkan.

Bravo buat Celtics dan semua pemainnya.. termasuk tiga orang pemain bintang yang menolak disebut Tiga Besar itu!


Mereka Perusuh, Bukan Demonstran!

25 June 2008

Simak dua definisi ini dari Wikipedia:

Riots are a form of civil disorders characterized by disorganized groups lashing out in a sudden and intense rash of violence, vandalism or other crime. While individuals may attempt to lead or control a riot, riots are typically chaotic and exhibit herd behavior.

A demonstration is an historically and geographically common form of nonviolent action by groups of people.

Kemudian simak ‘aksi’ yang dilakukan orang-orang yang mengaku intelektual di Jakarta pada Selasa, 24 Juni 2008… Rusuh di Semanggi, Mobil Dibakar, lihat videonya.. Avanza Pelat Merah Dibakar atau fotonya… Avanza Pelat Merah Dibakar Massa

Layakkah aksi itu disebut demonstrasi? Layakkah pelakunya disebut demonstran?

Dan itu baru sebagian kecil dari aksi yang katanya solidaritas untuk rakyat dan berakar dari perut rakyat yang lapar!

Ya, rakyat memang lapar dan BBM memang mahal (orang-orang berduit itu jadi tidak bisa nonton dua kali seminggu gara-gara harga bensin naik, kasihan sekali mereka, menderita sekali mereka!!)

Tapi apakah itu alasan yang cukup untuk merusak?  There has to be a better way to change the world!


The Truth is…

14 June 2008

Paul Pierce is The TruthYa, saya memang bilang kalau dalam Final NBA kali ini saya tidak peduli siapa yang menang. Tapi, kenyataannya saya diam-diam lebih senang saat Celtics menang daripada ketika Bryant dan Lakers-nya yang menang.

Jadi, masa bodo’ lah.. saya dukung Celtics kali ini. Menang atau kalah nggak apa-apa!


Kapan Pindah?

11 June 2008

Cak, kapan pindah dari detik?

Pertanyaan itu sering diajukan, dan belakangan makin sering saja diajukan, oleh beberapa teman. Wajar aja, saya sudah 5 tahun lebih berkubang di detik (tepatnya detikINET).

Read the rest of this entry »


Lakers vs Celtics, A Dream Comes True

2 June 2008

Hah! Akhirnya.. seperti yang saya idam-idamkan, terjadi juga final ulangan Lakers versus Celtics.

rayallenmonstar.jpgApapun hasilnya, siapapun yang menang, saya sudah tidak terlalu peduli. Yang penting, rivalitas legendaris Lakers versus Celtics kembali bangkit.

Kalo era 80-an rivalitas ini begitu mendominasi, saya sih nggak terlalu berharap akan terjadi seperti itu.

Just once, untuk nostalgia, bolehlah. Tapi kalo tiba-tiba NBA jadi terkutub pada Lakers dan Celtics belaka.. wah, kan masih banyak bakat-bakat lain di franchise lainnya.

Yang lebih diharapkan adalah, seperti rivalitas Lakers Celtics di era sebelumnya, akan lahir banyak pemain legendaris berkat ini. Bukankah era Magic vs Bird secara langsung-tak langsung melahirkan ‘Michael Jordan’

(Ilustrasi adalah Ray Allen versi saya sedang melawan tim Monstar/Mon*)


The Big Three, Where Are You?

28 May 2008

Boston menang di Palace of Auburn Hills. Horee! Eeeh pertandingan berikutnya malah kalah lagi … ter-la-lu! :(

bostonbig3.jpg

Big Three pada ke mana aja sih? Bener-bener deh..

Di atas adalah ilustrasi saya berdasarkan the big three, cuman saya lupa nomornya Ray Allen itu 20, jadi kaosnya kosong. Dan mereka memang tidak mengenakan seragam resmi Celtics, just my interpretation of the Celtics uniform.


Menang di Jalan atau Pulang Berkalang Nista!

23 May 2008

doc_rivers_by_shaka_wikipedia.JPGTak ada pilihan lagi bagi Celtics! Setelah mengalami kekalahan kandang pertama mereka di TD Banknorth Garden selama Playoff 2008 ini, the Mean Green Machine harus bangkit dan merebut kemenangan di kandang ‘Bad Boys’ Detroit Pistons.

Yupe! Tak ada alasan lagi buat Pierce dkk. They’re not gonna be the first NBA team to win a championship by home-court advantage, the Pistons made sure of that.

Pilihannya hanya menang di jalan atau pulang berkalang nista!

It would be nice kalo Celtics bisa mengalahkan Pistons dan bertemu Lakers di final. Rematch Lakers vs Celtics di era jadul (Magic Johnson vs Larry Bird, anyone?) dengan wajah-wajah baru seperti Bryant dan Gasol di Lakers serta Pierce, Allen, Garnett di Celtics. Ini mungkin alasan saya mendukung Celtics banget tahun ini he he he he.

(Foto: Doc Rivers dari Shaka via Wikipedia)