• 6

    Oct

    Prinsip Dasar Jurnalisme Online

    Ini menarik untuk diikuti, Paul Bradshaw dari Online Journalism Blog sedang menerbitkan sebuah seri yang akan membahas prinsip dasar dari jurnalisme online. Bradshaw membuatnya dalam seri yang disebut BASIC, setiap huruf melambangkan sebuah konsep. Dan dia memulainya dengan B untuk Brevity. Update: Bradshaw telah melanjutkan untuk huruf kedua, yaitu A untuk Adaptability. Update 26 Feb 2008: Tambah lagi untuk huruf S untuk Scannability, artinya sudah ada 3 dari 5 huruf. Update 16 April 2008: Sekarang sudah sampai huruf keempat, yaitu I untuk Interactivity. Update Okt 2008: Akhirnya selesai juga untuk prinsip kelima, yaitu C untuk Community & Conversation. Brevity artinya Ringkas Ini merujuk pada konsep jangan bertele-tele saat menulis di web. Bukan berarti tulisan harus pendek,
  • 19

    Aug

    Pedoman Ngeblog Calon Wartawan

    Mindy McAdams, dosen jurnalisme yang menceburkan mahasiswanya ke dalam blogging, membuat panduan yang cukup menarik. Bisa jadi acuan (kasar) buat orang yang baru ngeblog. Posting Hal Baru. Setiap posting haruslah tentang hal-hal yang sedang hangat saat ini. Ini akan membiasakan (calon) wartawan dalam mencari informasi terbaru. “In other words, a blog is not a research paper. You are not simply trolling for links. Posting Hal Menarik. Cara menulis post harus menari menarik, hindari kata kerja pasif dan menggeneralisir (?). Rambling, redundant writing is not going to appeal to any audience. Posting In Topic. Tetap pada topik-topik yang sudah ditentukan/dipilih. Off-topic posts lose all 4 content points. Posting Link yang Relevan. Link yang ada harus bisa diklik (halamanny
  • 15

    Aug

    Antara Masturbasi dan Nggak Mau Basi

    Ada media yang (kita semua tau, nggak usah disebut namanya) senang menampilkan pimpinannya saat berbicara suatu hal. Kebetulan pimpinan media itu (pernah) jadi calon presiden, jadi wajar saja jika ditokohkan. Tetap aja saya merasa itu masturbasi. Perbuatan yang sia-sia karena pengkonsumsi media tahu bahwa ia sedang memberitakan dirinya. Agak mending kalau misalnya, sebuah media (sebut saja detikINET) membuat acara lalu isi acara itu diberitakan. Toh bukan untuk membesarkan salah satu tokoh internal.. hehehe.. Kalau (yang masturbasi tadi) dilakukan dalam kolom atau rubrik khusus, yang memang dimaksudkan sebagai ‘jendela rumah kita‘ saya rasa itu tidak terlalu masturbasi. Justru jadi bagian dari upaya media menghilangkan sekat imajinatif dengan pembaca. Seakan mau bilang: we&#
  • 4

    Aug

    Wartawan Berpihak, Kenapa Tidak?

    Ariana Huffington, pendiri blog politik Huffington Post, berkomentar begini dalam wawancaranya di Poynter: A lot of the discontent with traditional journalism is because too many reporters have forgotten that the highest calling of journalists is to ferret out the truth, consequences be damned. Unfortunately, this is a concept that has fallen out of favor with too many journalists, who are obsessed with a false view of “balance” and “objectivity” and have become addicted not to the tireless pursuit of truth, but to the tireless promotion of the misguided notion that every story has two sides. And that the truth is supposed to be found somewhere in the middle. But not every story has two sides and the truth is often found on one side or the other.The earth is not f
  • 31

    Jul

    Semisal Anda Merasa Profesional di Bidang Web

    Apakah itu profesional di bidang web design, programming ataupun sekadar penulis web. Wartawan media online juga termasuk. Bolehlah ikut survey dari media A List Apart.
  • 26

    Jun

    Wartawan Eksperimen = Wartawan Bahagia

    Biarkan seorang wartawan bereksperimen, apakah itu dengan teknologi baru (misalnya, editing video, membuat blog dll) atau dengan format baru (menulis fitur, menulis cerita pendek) maka dia akan bahagia. Yah, bahagia mungkin kata yang terlalu ekstrim. Paling tidak dia akan bertambah gairahnya. Ini karena stereotip wartawan yang biasanya: Ingin tahu. Suka berpetualang. Kritis. (kurang suka pada kondisi monoton) Andy Dickinson menulis bahwa kuli tinta yang diminta mengembangkan konten video online di beberapa koran di Inggris melakukannya dengan otodidak. Dan mereka senang melakukan itu. This may come as a shock to the more for less brigade and, though it may be its a leap of logic on my part, it would seem that journalists enjoy learning new skills - wherever they are doing that.
  • 22

    May

    1, 2, 3-nya Associated Press

    Ini mungkin tanda fajar menyingsingnya era baru pemberitaan. Kantor berita Associated Press (AP), telah menerapkan sistem 1-2-3 dalam menyusun materi mereka. Ini adalah sistem yang diterapkan setiap kali ada berita baru yang diperoleh AP: Pertama, segera setelah berita terkumpul, sebuah headline, 50 karakter, dilepaskan sebagai breaking news update. Mungkin mirip news ticker yang ada di tv. Kemudian, ringkasan dalam 130-kata dilepaskan. Gaya penulisannya memungkinkan untuk diadopsi oleh segala jenis media, mulai dari online, siaran hingga cetak. Ini disebut juga dengan ‘AP News Now’. Baru setelah itu, Editor dan reporter AP mulai memikirkan apakah berita 130-kata tadi akan dikembangkan dan dengan media apa. Mulai dari artikel 500-kata, grafik interaktif hingga video. Ad
  • 21

    May

    Wartawan Ngeblog, Ngaruh Nggak Sih?

    Ngeblog diyakini ada pengaruhnya bagi jurnalis dalam melakukan kerja jurnalistiknya. Paling tidak begitu asumsi yang digunakan Paul Bradshaw dalam membuat survei tentang pengaruh blogging bagi wartawan. Kalau Anda wartawan, dan ngeblog, saya sarankan coba untuk mengikuti survei tersebut. Secara tidak sadar kita akan dipaksa untuk mempertanyakan bagaimana, semenjak ngeblog, kita membuat berita. Menurut saya, ada beberapa pengaruh yang mungkin dirasakan wartawan setelah terbiasa ngeblog, yaitu: Ada keinginan menyuarakan opini pribadi dalam tulisan, baik eksplisit atau implisit Lebih mawas akan adanya pembaca dan mengantisipasi reaksi pembaca terhadap tulisan yang dibuat Berusaha memancing komentar/reaksi pembaca terhadap tulisan Mau melihat sumber-sumber non-konvensional dalam me
  • 1

    Apr

    Syair Sang Jurnalis

    Russell Nichols, menuliskan puisi yang penuh dengan jargon-jargon jurnalisme berikut: with a kiss, i interviewed your soul your smile was an inverted pyramid telling me the good news before a single word was uttered you didn’t miss a beat and i kept coming back for another scoop scattered articles of clothing gave away the story you liked me because my methods were old-fashioned i was networking with your mind, body and spirit making contacts with your eyes but i was unethical i quoted your dreams without citing you as my source of inspiration i have plagiarized your body language and paraphrased our destiny in my own words i have read your lips without reading the byline and did not notice my name on the tip of your tongue i now broadcast shadows in the light of a public relation-sh
  • 24

    Mar

    Blog Lebih Menarik dari Reportase?

    Josh Benton (seorang jurnalis muda dan penerima fellowship dari Nieman Foundation for Journalism, Harvard University) menyusun kurva berikut yang sepintas mungkin mengejutkan: Saya agak bingung ketika melihat kurva (atau diagram ya?) tersebut. Setelah saya baca-baca penjelasannya, agaknya (menurut saya) kurva itu akan lebih jelas kalau dibuat seperti ini: Ternyata yang dimaksud blogging oleh Benton adalah berita dari lokasi kejadian yang disiarkan secara spontan. Mirip-mirip dengan yang kadang dilakukan oleh Detikcom sih. Sedangkan kalau pendapat pribadi saya: blogging itu sangat bervariasi sehingga interestingness-nya akan punya kurva sendiri yang pada diagram di atas mungkin beberapa akan berada di atas conventional reporting, tapi beberapa lagi bisa jadi ada di bawah itu.

Author

Follow Me

Search

Recent Post