Archive for the 'catatan' Category

Lounge Dreamin

Monday, July 7th, 2008

cbartlett_studentlounge.jpgDulu, waktu masih jadi mahasiswa, saya selalu bermimpi akan adanya Student Lounge. Yaitu tempat nongkrong yang dilengkapi fasilitas cukup (koneksi internet, sofa, tv, buku-buku, meja, majalah, koran, minuman).

Tentunya mimpi itu tak pernah terwujud. Karena satu dan lain hal, salah satunya adalah karena saya juga tak pernah benar-benar mengupayakan agar itu terwujud.

Beberapa hari lalu nonton ‘feel good movie‘ Charlie Bartlett dan melihat student lounge di sekolahan dia itu asik banget. Bentuknya kayak gubuk yang ada di tengah-tengah lapangan dilengkapi dengan pohon rindang dan bench untuk duduk-duduk di sekitarnya.

Cool!

(image screenshot dari situs resmi Charlie Bartlett Movie Copyright MGM 2007)

Ethiopia Jelang Kelaparan Lagi?

Thursday, July 3rd, 2008

Lihat foto-foto di Big Picture-nya Boston.com, Ethiopia kembali dilanda krisis pangan.

Recent crop failures, drought conditions and the current high price of food have plunged Ethiopia into another food crisis, reminiscent of the famines of 1984-85 which killed over 1 million. People have become so desperate for food that they are eating seeds that were meant for their next harvest. 4.5 million Ethiopians are in need right now.

Begitu nyata tapi seperti tidak mau percaya. Lalu lagu Iwan Fals di periode itu pun bisa dinyanyikan kembali: dengan rintih dan perih karena tahu bahwa keadaannya masih seperti itu.

Obrolan kita dimeja makan
Tentang mereka yang kelaparan
Lihat sekarat dilayar Tv
Antar kita pergi ke alam mimpi
Ethiopia Ethiopia Ethiopia Ethiopia

Dan di Indonesia pun agaknya masih ada yang kelaparan, meski mungkin belum (dan semoga jangan sampai) krisis pangan secara nasional.

Tukang Sampah yang Cerdas

Tuesday, July 1st, 2008

Tukang sampah itu dengan santai memasukkan kantong-kantong sampah ke dalam truk. Sementara sang karyawan, seorang programmer komputer, bertanya padanya dengan serius. Pertanyaannya menyembunyikan makna filosofis dan kerap sulit dijawab oleh ‘pakar’.

“Saya berhasil menciptakan sosok yang merupakan sepenuhnya kebalikan dari diri saya. Tapi saya tidak bisa mengeluarkannya dari tabung, karena dia bisa terancam eksistensinya. Apa yang harus saya lakukan?”

Jawabannya?

“Jika dia memang benar-benar kebalikan dari dirimu, sedangkan kau tidak tahu jawabannya, maka dia pasti tahu jawabannya!”

Logika sederhana tapi filosofis sekali bukan? Itulah tokoh Garbage Man dalam komik strip Dilbert buatan jagoan satir Scott Adams.

Saya teringat tokoh ’supir einstein’ dalam joke yang kerap disangka kejadian nyata oleh banyak orang. Supir yang ‘cerdas’ itu menggantikan Einstein dalam sebuah ceramah, lalu pada saat ia mendapatkan pertanyaan yang sulit sang supir berkelit dengan mengatakan pertanyaan bodoh itu bahkan bisa dijawab oleh ’supirnya’ (yang padahal Einstein sungguhan).

Baca komik itu di Dilbert.com!

Mereka Perusuh, Bukan Demonstran!

Wednesday, June 25th, 2008

Simak dua definisi ini dari Wikipedia:

Riots are a form of civil disorders characterized by disorganized groups lashing out in a sudden and intense rash of violence, vandalism or other crime. While individuals may attempt to lead or control a riot, riots are typically chaotic and exhibit herd behavior.

A demonstration is an historically and geographically common form of nonviolent action by groups of people.

Kemudian simak ‘aksi’ yang dilakukan orang-orang yang mengaku intelektual di Jakarta pada Selasa, 24 Juni 2008… Rusuh di Semanggi, Mobil Dibakar, lihat videonya.. Avanza Pelat Merah Dibakar atau fotonya… Avanza Pelat Merah Dibakar Massa

Layakkah aksi itu disebut demonstrasi? Layakkah pelakunya disebut demonstran?

Dan itu baru sebagian kecil dari aksi yang katanya solidaritas untuk rakyat dan berakar dari perut rakyat yang lapar!

Ya, rakyat memang lapar dan BBM memang mahal (orang-orang berduit itu jadi tidak bisa nonton dua kali seminggu gara-gara harga bensin naik, kasihan sekali mereka, menderita sekali mereka!!)

Tapi apakah itu alasan yang cukup untuk merusak?  There has to be a better way to change the world!

Kapan Pindah?

Wednesday, June 11th, 2008

Cak, kapan pindah dari detik?

Pertanyaan itu sering diajukan, dan belakangan makin sering saja diajukan, oleh beberapa teman. Wajar aja, saya sudah 5 tahun lebih berkubang di detik (tepatnya detikINET).

Read the rest of this entry »

Pilih Mana, Friendster atau Facebook?

Wednesday, May 21st, 2008

meanddavejones.jpgSemenjak Friendster (FS) diblokir aksesnya dari kantor, saya makin tidak pernah membuka situs pertemanan itu. Sebelumnya? Saya memang nyaris nggak pernah membukanya.

Sekarang ada Facebook (FB), yang mulai banyak juga digunakan oleh ‘rakyat’ Indonesia dalam bergaul di internet. Tapi, buat saya, account Facebook pun boleh dibilang terbengkalai.

Hanya beberapa kali sempat iseng buka FB. Misalnya ketika Mas Jim nanyain ‘got facebook?‘ atau untuk ikutan groups Online Journalism-nya Paul Bradshaw.

Jadi inget beberapa waktu lalu, ikut nongkrongin launch Friendster berbahasa indonesia di Blitz!, Grand Indonesia. Ketemu, dan sempet foto bareng, sama David Jones, VP Global Marketing-nya FS. (Kalo anak-anak ABG yang dateng pada foto bareng Ran, para pewarta teknologi malah foto bareng Mr Jones).

Kalo saya sih tidak (atau belum) memilih FS atau FB, karena keduanya jarang dipakai juga. Bagaimana dengan Anda, pilih Friendster atau Facebook?

(Foto: Saya dan David Jones usai launch FS Bahasa Indonesia. Difoto oleh Astari/Gatra).

Bandung euy…

Wednesday, May 14th, 2008

macbdg.jpgIf you are lucky enough to have lived in Paris as a young man, then wherever you go for the rest of your life, it stays with you, for Paris is a movable feast.” -Ernest Hemmingway

Kutipan itu selalu terngiang di kepala saya jika pergi ke Bandung. Bukan semata-mata karena ibukota Jawa Barat ini selalu disebut sebagai The Paris of Java (le paris de java, parisj van java), tapi karena Bandung memang memiliki ‘karisma’ dan ‘pesona’ yang sulit untuk dilupakan.

I was lucky enough to have lived (albeit, briefly) in Bandung around the year 1999/2000. Read the rest of this entry »

Bill Gates dan Kamera Goyang

Wednesday, May 14th, 2008

Yup, i was there… waktu Oom Gates datang ke Jakarta. Memegang dua buah kamera (satu foto dan satu video) dengan badge bercap Paspampres menggelantung di leher.

Yeah, i saw the third wealthiest man on the planet.. dengan dua mata kepala sendiri. Meski terpisah jarak yang jauh.

gates1.jpgIt was fun.. paling nggak bisa merasakan liputan yang rapih dan teratur. Press Room yang bersih dan melimpah fasilitasnya (makanan dan koneksi internet).

My regret.. adalah tidak memiliki tangan yang cukup stabil untuk mengabadikan kejadian. Akibatnya, banyak foto yang gagal karena kamera goyang.

At least.. video-nya cukup berhasil menangkap wajah salah satu legenda di dunia software. (Saksikan di INET TV)

(Foto: Bill Gates lagi pidato, Wicak Hidayat, Inet)

Anatomi Sebuah Cheesecake

Monday, April 28th, 2008

“It was cheesecake. It was fine. It had a buttery, crumbly, graham cracker crust, with a very rich yet light, cream cheese filling… Wow! My whole mouth just filled with saliva!” (Rachel Greene/Jennifer Aniston)

Akhirnya.. saya dan Hes berhasil membuat cheesecake. Salah satu dessert favorit kami (terutama sejak melihat serial Friends 7:11).

Untuk bisa dinikmati dengan sempurna, sebuah Cheesecake harus memiliki setidaknya hal-hal berikut ini:

  • Lapisan dasar Graham Cracker crust yang gurih/manis dan remuk di rongga mulut (crumbly). Juga, lapisan pembentuk struktur itu biasanya akan disesaki oleh mentega.
  • Pengisi (body) Cheesecake adalah campuran keju (aroma lembut) dan susu (cream). Dia memberikan sensasi luruh/leleh di mulut tapi cukup ‘berat’ untuk dilahap.
  • Minuman pendamping yang netral, seperti air putih. Segarnya air putih akan membanjiri rongga mulut dan membiarkan indera perasa menikmati sensasi cheesecake yang masih tersisa.

Mau membuat cheesecake? Silahkan tengok cara kami membuatnya di MasukDapur.. it’s goood..

Resensi Film ala Scott ‘Dilbert’ Adams

Wednesday, April 23rd, 2008

sxccinema.jpgScott Adams, komikus serial Dilbert, menuliskan idenya tentang informasi penting apa yang seharusnya ada dalam sebuah resensi film.

Read the rest of this entry »

FireStats icon Powered by FireStats