belajar dari pulitzer

14 Apr 2010

neworleans400Pada April 2010, sejarah mencatatkan media online menjadi salah satu yang mendapatkan hadiah bergengsi Pulitzer di AS. Bukan hanya Pulitzer, tapi Pulitzer untuk kategori investigasi.

Hadiah bergengsi itu diraih oleh Sheri Fink dari ProPublica.org untuk investigasinya pada kasus di Memorial Hospital saat Katrina melanda New Orleans. (baca: The Deadly Choices at Memorial)

Tulisan Fink, menurut saya, memang berhasil memberikan gambaran yang kuat soal kejadian di Memorial. Tanpa terlalu banyak bumbu, Fink bisa menghadirkan suasana mencekam dan tertekan yang dialami pasien, dokter, perawat dan pihak-pihak lain yang ada di Memorial.

Tapi kekuatan media online Pro Publica menurut saya muncul jika kita melihat tulisan itu sebagai sebuah seri yang lengkap. Seri tersebut bisa dilihat di halaman Deadly Choices: Memorial Medical Centre After Katrina.

Bagi siapapun yang sedang belajar Jurnalisme Online (atau pernah ikut kuliah saya jaman dahulu kala), mungkin akan langsung ingat pada teori Layering. Halaman itu adalah contoh yang bagus.

Feature utama, breaking news, video, infografik. Semua itu ditampilkan dalam halaman yang jelas. Beruntung Pro Publica adalah sebuah non-profit, sehingga tak perlu bingung akan menempatkan iklan di mana.

(Tapi bukan berarti menerapkan teori Layering itu meniadakan ruang untuk komersialisasi. Lihat saja tombol ‘Donate’ yang bisa mudah saja diganti jadi ruang untuk iklan.)

neworleans400b

(Foto: Trem di New Orleans, Infrogmation licensed Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported)


TAGS jurnalisme pulitzer lapsus


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post