The Zoo
Thursday, December 11th, 2008
“Ke Ragunan? Mau ngapain?” kira-kira begitu reaksi teman-teman sekantor saya kalau diajak ke Ragunan.
Padahal, dari kantor kami di Buncit ke Kebun Binatang Ragunan hanya selemparan batu (kalau yang melempar batu adalah pelontar kelas olimpiade herkules).
Cukup naik bus transjakarta alias Busway, plok-plok, beberapa halte kemudian sampailah di Ragunan.
Tapi Ragunan memang bukan konsumsi kelas pekerja seperti kami. Apalagi di jam makan siang yang hanya sekejapan mata, tak ada waktu untuk sekadar menengok meratapi kandang-kandang di Ragunan.
Makanya dalam kesempatan bersama keluarga akhirnya Saya, Hes, Bil dan Bum menyempatkan diri ke Ragunan.
Bukan hanya menengok gajah, tentunya kami menyaksikan Gorilla dalam ritual makan siang mereka, jerapah serta zebra.
Tak adil membandingkan Ragunan dengan kebun binatang di luar negeri. Apalagi saya belum pernah ke kebun binatang di luar negeri, kecuali ke taman burung di Jurong.
Tapi seingat saya Pusat Primata Schmutzer adalah tempat yang boleh dibandingkan dengan kelas Jurong.
Well.. meski saat ini Schmutzer tak lagi semegah serapih beberapa tahun lampau, tetap saja tempat itu (dan kebun binatang yang melingkupinya) menarik. Apalagi untuk Bimbil yang sebentar-sebentar akan mengucap ‘waaah..’ atau ‘liaat ada [masukkan nama binatang di sini]‘.
Just a perfect day
Feed animals in the zoo
Then later a movie too, and then home
Oh! It’s such a perfect day
I’m glad I spent it with you
Oh! Such a perfect day
You keep me hanging on






