Archive for December, 2008

Esensi Seorang Wartawan

Wednesday, December 31st, 2008

Sally: “Nothing’s happened to me yet. That’s why I’m going to New York”
Harry: “So something can happen to you?”
Sally: “Yes”
Harry: “Like what?”
Sally: “Like I’m going to go to journalism school and become a reporter”
Harry: “So you can write about things that happen to other people”
(Dialog antara Meg Ryan sebagai Sally Allbright dan Billy Crystal sebagai Harry Burns, dalam When Harry Met Sally. 1989)

Kadang terdengar menyedihkan, namun seorang reporter alias wartawan memang esensinya adalah seseorang yang mengisahkan peristiwa atau prestasi yang terjadi pada orang lain. Kita bukan pemeran utama dalam kisah ini.

 

Balada Kupon Dalam Deterjen

Friday, December 19th, 2008

hes: si uwa dpt undian 50juta.
hes: rinso
wicak: wiih
wicak: beneran itu?
hes: ini mau ta cek
wicak: pokoknya kalo disuruh bayar2 jangan mau
wicak: kalo disuruh ke atm juga jangan mau
hes: unilever sdg tidak mengadakan hadiah langsung dlm kemasan
hes: :p
wicak: sebel ya
wicak: orang nipu ada-ada aja
wicak: kasian kan yg udah ngarep2 dapet uang :(
hes: ga pada percaya aku bilangin
hes: katanya ini rinsonya di segel ada cap mentri segala macem
hes: aku suruh telp ke unilever
hes: kan sudah tadi katanya
hes: jangan ke yang tadi langsung telp ke kantornya, kata aku
hes: masa pemberian hadiah gini kontaknya personal :p

Kalau ada yang mengalami hal seperti itu, berikut adalah kontak resmi Unilever yang saya quote dari situsnya:

PT Unilever Indonesia Tbk

Graha Unilever
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 15
Jakarta 12930

For Press Release

Phone: +62 21 529 967 73
Fax.   : +62 021 526 2046

For Consumer

Phone: 0-800-1-55800 or +62 21 529 952 99
Fax.   : +62 21 525 2602
Email : suara.konsumen@unilever.com

Selalu hubungi nomor resmi, dan jangan hubungi nomor hp yang tertera pada kupon ‘hadiah’.

3 Digit

Tuesday, December 16th, 2008

Tragis! Setelah berbulan-bulan menjaga, berupaya dengan penuh seluruh, berat badan saya kembali menyentuh tiga digit!Sekwintal.. kayak beras!

The Zoo

Thursday, December 11th, 2008

ragunan_holiday.jpg“Ke Ragunan? Mau ngapain?” kira-kira begitu reaksi teman-teman sekantor saya kalau diajak ke Ragunan.

Padahal, dari kantor kami di Buncit ke Kebun Binatang Ragunan hanya selemparan batu (kalau yang melempar batu adalah pelontar kelas olimpiade herkules).

Cukup naik bus transjakarta alias Busway, plok-plok, beberapa halte kemudian sampailah di Ragunan.

Tapi Ragunan memang bukan konsumsi kelas pekerja seperti kami. Apalagi di jam makan siang yang hanya sekejapan mata, tak ada waktu untuk sekadar menengok meratapi kandang-kandang di Ragunan.

Makanya dalam kesempatan bersama keluarga akhirnya Saya, Hes, Bil dan Bum menyempatkan diri ke Ragunan.

Bukan hanya menengok gajah, tentunya kami menyaksikan Gorilla dalam ritual makan siang mereka, jerapah serta zebra.

Tak adil membandingkan Ragunan dengan kebun binatang di luar negeri. Apalagi saya belum pernah ke kebun binatang di luar negeri, kecuali ke taman burung di Jurong.

Tapi seingat saya Pusat Primata Schmutzer  adalah tempat yang boleh dibandingkan dengan kelas Jurong.

ragunan_holiday2.jpgWell.. meski saat ini Schmutzer tak lagi semegah  serapih beberapa tahun lampau, tetap saja tempat itu (dan kebun binatang yang melingkupinya) menarik. Apalagi untuk Bimbil yang sebentar-sebentar akan mengucap ‘waaah..’ atau ‘liaat ada [masukkan nama binatang di sini]‘.

Just a perfect day
Feed animals in the zoo

Then later a movie too, and then home 
Oh! It’s such a perfect day
I’m glad I spent it with you 
Oh! Such a perfect day 
You keep me hanging on