Archive for November, 2008

Harben, Anis dan Amsol

Friday, November 28th, 2008

Sebuah dongeng dikisahkan Pak Ustadz waktu Jum’atan tadi. Tentang seorang warga dari sebuah kerajaan yang maha besar.

Ceritanya setiap warga dari kerajaan itu telah dikirimkan ke negeri-negeri yang indah untuk merantau. Dan masing-masing punya kontrak berapa lama dia akan merantau.

Setelah kontrak habis setiap warga akan dipanggil untuk pulang ke rajanya dan melaporkan pertanggungjawaban selama perantauan itu.

Tersebutlah Al-Bashar, salah satu warga itu yang kontraknya 65 tahun merantau.

Al-Bashar memiliki tiga orang anak: Harben, Anis dan Amsol. Sayangnya, ia tak berlaku adil pada tiga anaknya. Harben sangat dituruti kemauannya, semua diberikan demi Harben. Sedangkan Anis juga begitu, ia melindungi Anis dan melakukan apa saja demi Anis.

Lain halnya untuk Amsol. Entah mengapa anak ini seakan di-tiri-kan. Bahkan Al-Bashar kerap melupakan Amsol,memberikan hanya sepersekian dari yang sewajarnya didapatkan Amsol.

Ketika tiba waktunya untuk pulang, Al-Bashar meminta pada tiga anaknya untuk ikut bersamanya dan membantunya dalam pertanggungjawaban pada sang raja.

Apa kata mereka? Harben jelas-jelas menolak, bahkan mengantar ke depan pintu pun tidak. Anis masih mending, ia mengantar hingga ke pelabuhan, tapi sudah sampai di situ.

Amsol, harapan terakhir Al-Bashar, mengatakan ia akan ikut dan membela hingga sepenuh hati Al-Bashar. Namun ia hanya bisa memberikan pembelaan sesuai yang selama ini diberikan Al-Bashar.

Kisah ini adalah tamsil ibarat seorang manusia di dunia. Sekadar merantau untuk suatu hari pulang pada Robb-nya, dititipkan pula tiga orang anak yang harus dipelihara Harben alias Harta Benda, Anis alias Anak Istri dan Amsol alias Amal Soleh.

Pada akhirnya yang akan menyelamatkan manusia adalah Amal Solehnya.

wallahu a’lam bisshowab

My Vote

Wednesday, November 26th, 2008

Diingatkan oleh My Brother Dimski, voting untuk NBA All Stars 2009 sudah bisa dilakukan di NBA.com.
Pilihan saya adalah:

nba09west.jpg

nba09east.jpg

Read the rest of this entry »

Kok Gitu Sich?

Tuesday, November 25th, 2008

kokgitusih.jpgSebuah kelompok yang mengatasnamakan Kebebasan Iman (kebebasan untuk tidak beriman?) getol sekali menyebarluaskan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW.

Di sisi  lain, ada juga kelompok yang mengatasnamakan Jihad yang getol sekali menyebarluaskan penghinaan mereka pada ..eh.. perdamaian?

Buat keduanya saya cuma bisa berdendang.. eh eh kok gitu sich, kamu kok marah? Jangan gitu sayang, jangan gitu sayang!

Not Firm, But to The Heart

Tuesday, November 18th, 2008

Hari ini (Selasa 18 November 2008), saya ketemu Bruce Lawson di Gunadarma, Depok. Evangelist untuk standar web ini orangnya menyenangkan, selera humornya oke juga.

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar –dia pun sempat share nasihat untuk web developer di Indonesia– kami berjabat tangan dan berpisah.

“Oops,” kata Lawson setelah berjabatan dengan saya. Lalu ia kembali menjulurkan tangannya.

Ada apa ini, pikir saya. Ada yang salah?

Setelah berjabatan kedua kali, dia mengikuti saya meletakkan telapak tangannya di atas dada sambil berkata. “Saya selalu lupa bagian yang ini, bagian keduanya,” tukasnya tersenyum.

Ah,  rupanya dia memperhatikan kebiasaan saya menyentuhkan telapak tangan ke dada setelah bersalaman.

Kebiasaan Melayu saya memang demikian. Setiap habis bersalaman, tangan diletakkan ke dada. Itu semacam pernyataan ’saya masukkan ke hati’.

Well Bruce, jabat tangan kami mungkin tak seerat genggaman tangan Anda, tapi hey kami punya tempat untuk Anda di dalam hati !

(Our handshake may not be firm, but we take it to the heart!)

Obama, Oh ya?

Wednesday, November 5th, 2008

Tulisan Epi, Obama Menang!, adalah blog lokal pertama yang saya baca soal Pilpres AS.

Ya, ya, ya. Ternyata Iwan dan juga Bang Enda menuliskan tema yang serupa di Facebook Notes masing-masing. (Oops, tulisan Iwan rupanya soal Hamilton! Wahahahaha)
Sejak awal Pilpres AS, saya rasa banyak orang Indonesia yang mendukung Obama. Faktor pendukungnya adalah kenyataan bahwa yang bersangkutan pernah tinggal di Indonesia.

Tapi benar kata Adnan Buyung Nasution, jangan terlalu berharap pada Obama. Dia memang merepresentasikan sebuah perubahan, tapi perubahan bagi AS. Bukan bagi RI. ;)

Satu hal, semangat dari Obama patut jadi inspirasi buat kita.

Di sisi lain, saya menyaksikan kemenangan Obama selayaknya saya menyaksikan kemenangan kontestan American Idol atau tim favorit di sepakbola atau NBA.

Seru, kadang ikut emosional. Tapi pada akhirnya itu hanya sebuah tontonan.

PR besarnya adalah: bagaimana menarik hikmah dari tontonan itu menjadi semangat pada diri sendiri dan orang-orang di sekitar saya untuk bisa berubah menjadi yang lebih baik.

Bisa? Pasti Bisa! Boleh? Pasti Boleh!