Mencari Kotak Pandora Web di Indonesia

2 September 2008

Potensi aplikasi berbasis web itu banyaaak sekali. Nggak percaya? Coba aja iseng baca Tech Crunch dan perhatikan banyaknya inovasi yang diulas oleh Arrington dkk. di sana.

Tapi di Indonesia, inovator web itu (saya merasa) kok masih sedikit ya. Bahkan belakangan kita seperti terkotak-kotak dalam ’situs’, ‘portal’ dan ‘blog’.

Saya belum tahu apa, tapi rasanya ‘Kotak Pandora’ inovasi dan kreativitas Bangsa Indonesia dalam mengembangkan aplikasi berbasis web masih belum terbuka. Dan selama kotak itu belum terbuka, maka segala kegilaan dan keganasan yang mendorong mesin industri dot com di Amerika Serikat belum bisa menjadi pendorong di dalam negeri.

Salut saya buat tokoh seperti Herman Saksono yang menggelar Cerpenista.  Bentuk karya nyata yang menarik dalam berupaya mengembangkan potensi web sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari.

Inovasi seperti yang dilakukan Momon dan ’sejenisnya’ saya rasa perlu untuk terus diinfeksikan. Bukan hanya dikembangkan, tapi juga disebarkan. Yuk!

Tags:



8 Responses to “Mencari Kotak Pandora Web di Indonesia”

  1.   arya Says:

    momon kok blm komen di mari ya?

  2.   Wicak Hidayat Says:

    @momon: yupe. siapa ya yang mau memulai bikin VC?

  3.   Kliping - Cerpenista Says:

    [...] dalam berupaya mengembangkan potensi web sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari.” —Wicak Hidayat, In and Out, Wicak [...]

  4.   Herman Saksono Says:

    @Wicakhidayat: Siapa ya? Capres-capres itu mau nggak ya?

  5.   Wicak Hidayat Says:

    @momon: capres? jangan harap lah mon.. hehehe.

  6.   Herman Saksono Says:

    Sutrisno Bachir kayaknya pengen tuh merangkul komunitas internet :D

  7.   Wicak Hidayat Says:

    idealnya sih jangan capres. terlalu politis hehehehe

Leave a Reply

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda