Archive for September, 2008

Selamat Lebaran

Sunday, September 28th, 2008

Selamat Lebaran 1429 H. Mohon Maaf Lahir Batin.

Versi resmi dari kantor :

selamatidulfitri-detikcom.jpg

Versi buatannya Dojo-San Reseh:

wicak.jpg

Versi anak-anak:

lebaran1429h.jpg

Passive Gaming

Friday, September 26th, 2008

Beberapa orang mungkin menganggap main game sebagai ajang yang semi-individualis. Setiap orang asik sendiri di depan layar (baik televisi atau komputer atau portable) tanpa menghiraukan lingkungan sekitarnya. 

Okay, untuk game yang multiplayer kadang interaksinya memang bisa lebih luas. Misalnya main berdua (baik versus maupun cooperative) atau main online.

Tapi dalam kaitan game sebagai interaksi massal ala sepakbola atau basket?  Read the rest of this entry »

Buka-Bukaan Yuk!

Thursday, September 25th, 2008

Saya bukan orang yang pantas kalau bicara soal Open Source, sama tidak pantasnya ketika bicara soal Boston Celtics atau R.E.M. Dalam tiga hal itu posisi saya jelas cuma fans.

Tapi ketika menonton pertandingan perkembangan Open Source yang terjadi di Indonesia, saya tidak bisa tidak akan merasa gatal. Sama seperti ketika nonton Celtics atau mendengarkan R.E.M, kadang ada saja yang ‘ngeganjel’. Damn it Cassell, if you throw that ball one more time i swear i’m gonna $%#* atau Please, Michael, we just want to hear you sing. Stop with the $#%^.

Maka saya senang sekali ketika ada orang yang punya cukup keterlibatan dalam arena Open Source mau bicara dengan blak-blakan soal kondisi Open Source di Indonesia. Adalah Denny Klorofil yang melakukan itu dalam dua kali postingnya (Mempertanyakan Open Source Indonesia, part 1 dan part 2).

Beberapa quote favorit saya:

Saya berharap, individu-individu yang mengaku terlibat dalam gerakan opensource di indonesia memahami ini. Bahwa ada filosofi besar yang melatar belakangin gerakan kita, bukan sekedar mengagung-agungkan hal-hal yang sebenarnya cuma hasil implikasi kecil dari filosofi besar tadi. Saya mengajukan bahan ini supaya kita yang terlibat dalam gerakan opensource indonesia bisa memahami filosofi-filosofi opensource secara benar dan bisa semakin dewasa dalam berfikir dan bertindak secara IT. (dari Part 2)

Saya selalu berfikir, opensource tuh bukan masalah gratis atau gak gratis, bukan masalah milih yang legal dan gak legal. Tapi yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan kita secara bergotong royong. Yang bisa ngoding ya ngoding, yang bisa testing ya testing, yang bisa nulis dokumentasi ya nulis dokumentasi dan walaupun bisanya cuma ngeritik ya ngritik. Karena dalam opensource itu adalah masalah kebutuhan yang akan dipenuhi, dan tukang-tukang kritik tadi adalah sumber informasi terbesar tentang hal apa yang akan dilakukan oleh sebuah project opensource selanjutnya. (dari Part 1)

Yup! Kurang lebih persis seperti apa yang sering saya gumamkan sendiri. Dan buat saya, yang penting adalah the spirit to create!

Mendaki Bukit Berasa Gunung

Monday, September 22nd, 2008

Kadang, baru mendaki bukit sudah merasa mendaki gunung. Pencapaian yang ‘belum ada apa-apanya’ terlanjur menimbulkan perasaan puas di benak sehingga merasa cukup. Read the rest of this entry »

Kebijaksanaan Orang-Orang Bijak

Friday, September 12th, 2008

Makin tua umumnya orang akan semakin bijak. Apalagi orang-orang yang pada dasarnya sudah dikenal sebagi orang bijak, misalnya Nelson Mandela:

I learned that courage was not the absence of fear but the triumph over it. I felt fear myself more times than I can remember, but I hid it behind a mask of boldness. The brave man is not he who does not feel afraid but he who conquers fear.

Atau Clint Eastwood:

Take your profession seriously; don’t take yourself seriously. You really only matter to a certain degree in the whole circus out there. If you take yourself seriously, you’re not going to be able to move forward.

Atau desainer grafis Massimo Vigneli:

History, theory, and criticism are the three fundamental elements to grow in a professional life. History will provide you with the tools for understanding. Theory will be the philosophy of why you’re doing it. And criticism will provide you with the ability to continually master what you are doing.

Atau Chef Jacques Pepin:

For most kids now, a chicken is rectangular. It’s got plastic on top, and it doesn’t have eyes or feet. This is scary. You should never eat something you cannot recognize. A simple principle, but important.

Atau The Dame Judi Dench:

I get sillier as I get older, so I don’t know what wisdom means.

(dikutip dari buku Wisdom karya A. Zuckerman via Reader’s Digest)

Perubahan

Wednesday, September 10th, 2008

Perubahan itu nggak gampang. Barusan baca tulisan menarik banget di A List Apart soal ‘mengubah cara pandang‘. Teorinya sederhana seperti gambar wanita cantik dan nenek sihir, tapi prakteknya bisa sulit.

Prakteknya, mengubah cara pandang berarti mengubah kebiasaan. Sedangkan mengubah kebiasaan berarti mengusik ego yang ada dalam diri.

“Apa yang selama ini saya lakukan sudah benar kok, mengapa harus berubah”

“Selama ini aman-aman saja. Kenapa harus berubah?”

“Lho? Kan memang sudah dari dulu caranya begitu. Ngapain pake diganti-ganti?”

“Ah. Begini juga bisa, kok cari cara yang lain sih?”

Mengapa ego itu jadi terusik? Karena sang diri memiliki insting bertahan hidup. Dan perubahan berarti sesuatu yang asing yang, dalam konteks insting itu, belum tentu bisa untuk bertahan hidup.

Perubahan itu penting. Bukan hanya untuk menghalau kebosanan, tapi juga demi kebahagiaan.

(Maaf kalau terdengar terlalu klise)

Saksi, Penonton dan Eksistensi

Tuesday, September 9th, 2008

933791_concert.jpgHidup ternyata butuh saksi.

Scott Adams bilang –mengutip pemikiran lain yang ia juga tak ingat persis– seseorang menikah karena membutuhkan orang lain untuk menjadi saksi kehidupannya. Sebelum ada yang bersaksi, kata Scott, maka seseorang belum eksis.

Ia sendiri mengaku belum merasa jadi kartunis sampai seorang kartunis lain mengatakan kalimat: “kamu seorang kartunis.”

Atau, saya rasa akan tepat juga, jika saksi itu diterjemahkan menjadi penonton.

Hidup ternyata butuh penonton. Read the rest of this entry »

I Dream of Elephants

Saturday, September 6th, 2008

elephas.jpg

Of Elephants and rhinoceros
Camel, horse, hippopotamus

On A Secret Mission

Friday, September 5th, 2008

chromespy.jpg Google Chrome menyediakan fungsi incognito browsing, alias browsing secara diam-diam.

Di versi Bahasa Indonesia, fungsi ini diakses dengan mengklik icon kertas lalu pilih ‘Jendela Penyamaran Baru’ (atau mudahnya tekan kombinasi Ctrl+Shift+N). 

Nama ‘penyamaran’, ditambah icon Spy yang muncul di sisi kiri membuat aura ‘browsing rahasia’. Seakan-akan sedang menjalankan sebuah misi rahasia yang melibatkan kode akses jaringan nuklir dunia, seorang wanita asal Rusia yang cantik tapi mematikan dan beberapa cangkir kopi. 

Kenyataannya? ‘Jendela Penyamaran’ itu akan lebih sering digunakan untuk browsing situs porno, torrent, online games dan online sinful pleasures lainnya. Itulah mengapa kebanyakan pihak menyebutnya ‘Porn Mode’ dan bukan ‘Incognito Mode’. 

(Saat membuat posting ini saya menyadari bahwa Google Chrome dan Wordpress yang digunakan Blogdetik agak ‘kurang bersahabat’. Tepatnya, saya tak berhasil melakukan edit pada tulisan dan line break jadi tak terdeteksi. Terutama saat menggunakan modus Visual alias WYSIWYG).

George Bush The Warlord

Wednesday, September 3rd, 2008

“Kita tinggal di dunia yang berbahaya. Dan kita butuh presiden yang mengerti pelajaran dari 11 September 2001: Bahwa untuk melindungi Amerika, kita harus terus menyerang, mencegah serangan-serangan itu sebelum terjadi dan tidak menunggu untuk diserang lagi. Orang yang kita butuhkan adalah John McCain,” kata Bush dalam pidato singkatnya via satelit dari Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Rabu (3/9/2008).

Begitu kata Bush yang dikutip detikcom dalam berita Bush: AS Butuh Presiden Seperti John McCain.

Kok jadi kayak maunya perang melulu ya?