Archive for August, 2008

Antara Masturbasi dan Nggak Mau Basi

Friday, August 15th, 2008

Ada media yang (kita semua tau, nggak usah disebut namanya) senang menampilkan pimpinannya saat berbicara suatu hal. Kebetulan pimpinan media itu (pernah) jadi calon presiden, jadi wajar saja jika ditokohkan.

Tetap aja saya merasa itu masturbasi. Perbuatan yang sia-sia karena pengkonsumsi media tahu bahwa ia sedang memberitakan dirinya. Read the rest of this entry »

Lakers vs Celtics

Friday, August 15th, 2008

bballcvr.jpgBuat yang doyan basket dan main game di era 80-an dan 90-an saya rasa pasti pernah main yang namanya Lakers vs Celtics. Game jadul ini menurut saya termasuk yang paling exciting karena menampilkan cara permainan yang sederhana dengan kendali yang cukup enak (pada jamannya).

Beberapa minggu lalu, lupa tepatnya kapan, My Bro Dimzki mampir ke rumah dan mengkopikan game bball.exe. Yup! Itulah game Lakers vs Celtics dari masa-masa yang lalu. Read the rest of this entry »

Singkatan yang Hwaduh!

Wednesday, August 13th, 2008

Liat berita foto di detikcom: Militer Filipina Kepung MILF

Bayangkan kalau Milf yang dimaksud bukan Moro Islamic Liberation Form .. tapi milf yang lain.. ;)

Dehidrasi

Tuesday, August 12th, 2008

Bencana alam paling menakutkan buat saya adalah kekeringan. Bukan berarti yang lainnya tidak seram. Tapi bayangkan kekeringan, hidup tanpa air. Sementara hal-hal lain tetap utuh, bangunan fisik tetap ada, listrik tetap menyala, mobil-mobil masih bisa berjalan. Tapi diam-diam ada yang meneror di benak semua orang: sampai kapan lagi bisa hidup jika sudah tak ada air?

(posting ini dibuat terkait matinya suplai air PDAM di rumah saya dan juga dehidrasi yang saya alami akibat problem di pencernaan)

Rambutmu Hijau!

Sunday, August 10th, 2008

trolldoll.jpg“Rambutmu hijau!””Hahahaha.. ya enggak lah”

“Kenapa tidak?”

“Saya lihat di kaca. Rambut saya hitam!”

“Oke. Mungkin kamu memang benar, rambut kamu tidak hijau. Tapi, kamu seorang yang sangat jahat!”

Read the rest of this entry »

Modus Ponsel dan Bumbu Dapur

Saturday, August 9th, 2008

saltpepper.jpgDaripada Menamai modus/profile pada ponsel dengan nama sendiri (ah basii..lah), kenapa tidak mencoba menggunakan istilah dari bumbu dapur. Seperti yang saya lakukan..

Salt (Silent) karena garam itu relatif silent di dalam masakan tapi tetap esensial. Sama seperti modus Silent yang tak terasa mendominasi tapi tetap bisa menerima panggilan penting. (Alternatif: MSG. Sugar, Bay :Leaves)

Pepper (Vibrate) karena teringat pada ‘Salt n Pepper Shaker’. Lada pun samar-samar saja kehadirannya dalam masakan, tapi cukup terasa hangatnya. (Alternatif: Black Pepper, Lemongrass)

Garlic (General) untuk kebutuhan umum, seperti jahe atau bawang putih yang biasanya bisa digunakan dalam berbagai jenis masakan. (Alternatif:Ginger, Onion)

Chilli (Loud) seperti modus ponsel yang ‘berteriak’ itu, bumbu chilli alias cabe juga ‘berteriak’ dalam masakan. Kehadirannya tak mudah diabaikan. (Alternatif: Jalapeno, Habanero, Cabe Rawit)

Saffron atau Turmeric (Lights Only)  untuk modus yang hanya menampilkan lampu, karena kedua bumbu itu lebih utama digunakan juga sebagai pewarna. (Alternatif: Pandan)

(Dimuat juga di MasukDapur)

Nietzsche Lives!

Thursday, August 7th, 2008

fwnietzschesiebe.jpgWaktu SMA, saya dan rekan saya Hatta punya ketertarikan yang mbambung pada Friedrich Wilhelm Nietzsche. Ini semua gara-gara kepincut cerpen dan romannya Iwan Simatupang yang konon eksistensialis. Dan konon (lagi) eksistensialisme itu banyak terpengaruh oleh pikiran F. Nietzsche.

Setelah lama tidak mbambung dan zander, akhirnya kami menghidupkan kembali filsafatapak.blogdetik.com (dulu di blogspot).

Mampir-mampir ya, kalau lagi iseng.. ;)

(Foto: Nietzsche oleh Gebr. Siebe via Wikipedia)

Otaknya Ditinggal di Rumah!

Wednesday, August 6th, 2008

taxi.jpg“Orang naek motor itu, otaknya ditinggal di rumah!” ujar Pak Sopir Taxi, yang di sini kita sebut saja dengan nama… Pak Sopir.

“Lho, kalo motornya ditinggal terus dia naek apa Pak?” kata saya, tergugah dari lamunan.

“Naik motor! Tapi otaknya nggak dipake, ditinggal di rumah!”
Read the rest of this entry »

Lomba

Tuesday, August 5th, 2008

Udah lama gak mampir ke blogfam, eh ternyata ada lomba 17-an lagi. Sesuai semangat kekeluargaan, saya coba ikutan aaah… semoga nggak tiba-tiba jadi males atau lupa ngisi blognya pas hari lomba. :)

Wartawan Berpihak, Kenapa Tidak?

Monday, August 4th, 2008

Ariana Huffington, pendiri blog politik Huffington Post, berkomentar begini dalam wawancaranya di Poynter:

A lot of the discontent with traditional journalism is because too many reporters have forgotten that the highest calling of journalists is to ferret out the truth, consequences be damned. 

Unfortunately, this is a concept that has fallen out of favor with too many journalists, who are obsessed with a false view of “balance” and “objectivity” and have become addicted not to the tireless pursuit of truth, but to the tireless promotion of the misguided notion that every story has two sides. And that the truth is supposed to be found somewhere in the middle. 

But not every story has two sides and the truth is often found on one side or the other. The earth is not flat. Evolution is a fact. Global warming is a fact. And there are definitely not two sides to the proposition that Iraq is our generation’s greatest foreign policy disaster. It is. Period.

HuffPost eschews the misleading “on the one hand, but on the other” approach to news because not every story has an “other hand.” Also, HuffPost doesn’t pretend not to have opinions, but it does make them transparent.

Seperti pernah saya katakan dalam sebuah diskusi bertahun-tahun yang lalu. Wartawan pasti berpihak, tinggal masalah mau berpihak pada siapa. Bagusnya sih kalau bisa berpihak pada kepentingan publik, kebenaran (nah, yang ini sulit banget didefinisikannya!) dan kaum tertindas.