Archive for July, 2008
All For One and None for All
Thursday, July 31st, 2008… and that’s that!
Migrain Nih!
Tuesday, July 29th, 2008Katanya Migrain berhubungan dengan hasrat seksual. Maka seseorang yang sering migrain perlu melihat lagi hasrat seksualnya, apakah ada yang bisa ‘dibetulkan’ di situ sehingga migrainnya pun bisa dipengaruhi. Mungkin bila hasrat itu dipenuhi, migrainnya akan berhenti.
..atau.. ah entahlah, susah posting nih.. lagi migrain!
(Dari LiveScience via Benny Chandra)
(Maunya) Mendunia Lewat YouTube
Thursday, July 24th, 2008Belum, belum. Belum seperti orang iseng yang jejingkrakan di YouTube lantas jadi selebritas sejagad dan dapat sponsor. Tapi lumayanlah, wajah saya nongol (dan mengganggu) di YouTube beberapa kali lewat channel-nya detikinet video.
Yang paling rame ternyata video HTC yang waktu saya liat terakhir udah 666 views. Read on untuk liat videonya.
Sebuah Perpustakaan yang Ideal
Thursday, July 24th, 2008ImaginOn, di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, adalah perpustakaan yang menurut saya ideal. Bukan hanya menumpuk buku-buku, tapi ImaginOn adalah tempat anak-anak bisa mengembangkan kreativitas, imajinasi dan pengetahuan mereka.
Saya pertama tahu tentang Imaginon: The Joe & Joan Martin Center saat menyunting tulisan ‘Perpustakaan Gelar Kursus Membuat Game‘. Mereka juga ternyata punya situs di Imaginon.org. Read the rest of this entry »
Pembunuh Berantai
Wednesday, July 23rd, 2008Kasus Ryan (Verry Idam Henyansyah) sedang perlahan-lahan tumbuh menjadi salah satu kasus pembunuh berantai di Indonesia. Sejauh ini korbannya sudah mencapai lima orang, kalau saya tidak salah hitung (empat dikubur di Jombang, satu dimutilasi di Ragunan).
Gara-gara Kasus Ryan, saya jadi ingat sewaktu kecil pernah membaca buku yang sampai saat ini melihat cover-nya pun saya masih takut. Buku bertajuk ‘The World’s Most Infamous Murders‘ itu berisi kisah-kisah ngeri pembunuh seperti Lizzie Borden, Charles Manson, Son of Sam, Ted Bundy dan banyak lagi.
Sampai sekarang saya masih ngeri membayangkan bahwa ada orang yang mampu menghabisi begitu banyak nyawa. Apa yang ada dalam kepala para pembunuh itu tentunya adalah subyek penelitian psikologis yang secara bersamaan menakutkan tapi juga menakjubkan.
Lihat di detikcom, ada paling tidak delapan kasus pembunuhan berantai dalam 15 tahun terakhir di Indonesia. Wow, bukan angka yang kecil sama sekali.
Beberapa pertanyaan ini pun muncul di kepala saya:
- Apakah sudah ada penelitian soal kasus-kasus tersebut?
- Jika kasus Ryan ini mau diberi julukan, kira-kira apa?
- Apakah kasus ini akan diingat sebagai kasus pembunuhan berantai atau lebih diingat sebagai kasus pembunuhan gay?
Sometimes the world can get really scary…
Malu Bertanya, Seret di Poin
Tuesday, July 22nd, 2008Keluarga besar detikcom bertambah dengan hadirnya situs TanyaSaja.com. Lucu juga melihat budaya tanya-jawab yang berlangsung di situ.
Kebanyakan orang pada awalnya mungkin akan memberikan jawaban yang ‘asal’ tapi lama-kelamaan mereka akan sadar bahwa ini adalah media yang bisa bermanfaat ketika membutuhkan sebuah jawaban yang sungguhan.
Ketika kesadaran untuk menjawab dengan sebenarnyaitu tumbuh, saya yakin TanyaSaja.com akan menjadi salah satu sumberdaya internet lokal yang cukup berharga.
Untuk saat ini? Ya, tanya saja (dan jawab saja) dulu…
(nb. judul posting ini mengacu pada sistem poin reward yang diberikan TanyaSaja.com pada pengguna yang aktif.)
Masuk Jurong..
Saturday, July 19th, 2008Waktu berkunjung ke Singapura, Juni 2008, saya dan teman dari Indonesia sempat masuk jurong. Nope, bukan salah ketik a dengan o, tapi yang ini memang daerah yang namanya Jurong.
Read the rest of this entry »
Metromini Itu Bisnya Penyihir!
Thursday, July 17th, 2008Tahu Knight Bus dari serial Harry Potter? Sebenarnya bus sihir semacam itu ada di dunia nyata. Namanya Metromini!
Saya berkeyakinan begini setelah berkali-kali naik Metromini Selatan (S) 75 (Blok M - Pasar Minggu). Bis yang ukurannya jelas tak seperti bajaj itu kerap menyelinap antara kendaraan lain dengan kecepatan tinggi.
Bagaimana dia bisa melakukan itu kalau tanpa sihir? Di ‘Prizoner of Azkaban‘ kita bisa saksikan bagaimana Knight Bus menyelinap antara dua mobil dengan memipihkan tubuhnya.
Lalu kenapa penumpang tidak sadar Metromini itu sedang memipih? Itu karena keneknya menggunakan mantera Obfuscatum, yaitu mengaburkan kenyataan.
Mantera itu diteriakkannya berulang-ulang sepanjang perjalanan dan kita para Muggles dengan lugunya mengira mereka sedang memanggil penumpang dengan meneriakkan tempat tujuan. Padahal perhatikan bahwa teriakan itu tetap dilantangkan meskipun tak ada penumpang di tepi jalan.
Sampai Jumpa Seattle!
Tuesday, July 8th, 2008
Ah, Seattle. Seperti Bogor di Indonesia, inilah ‘kota hujan’-nya US of A. Ini juga salah satu kota yang saya ingin kunjungi, jika seandainya ada kesempatan.




