Kapan Pindah?
11 June 2008“Cak, kapan pindah dari detik?”
Pertanyaan itu sering diajukan, dan belakangan makin sering saja diajukan, oleh beberapa teman. Wajar aja, saya sudah 5 tahun lebih berkubang di detik (tepatnya detikINET).
Saya nggak punya jawaban untuk pertanyaan itu, karena:
- Saya belum berniat pindah dalam waktu dekat ini
- Saya bukan cenayang yang bisa melihat masa depan
- Emangnya mau pindah ke mana? Hong Kong?
Orang banyak yang melakukan transmigrasi karena iming-iming hasil panen yang lebih besar di negeri seberang. Tapi adakah yang melihat sejauh apa inovasi dan kreasi bisa dikembangkan di sana?
Saya pikir janji kebebasan dan kemerdekaan lah yang mendorong bangsa Israel berjalan menuju Tanah yang Dijanjikan. Demikian pula kaum Muhajirin saat menuju Mina, yang diharapkan bukanlah kekayaan tapi kemerdekaan. Hal yang sama juga yang membawa orang-orang berbondong-bondong dari Eropa menuju dataran Amerika.
Kutipan dari Will Sullivan di Journerdism berikut ini mungkin bisa menyimpulkan semuanya:
If people in your own company aren’t interested in helping you succeed, then maybe it’s time to move on.
(Baca artikel lengkapnya: Innovation at newspapers won’t succeed if the organization doesn’t support it)
Jadi, agaknya, selama masih ada ruang untuk berinovasi dan berkreasi tempat ini masih nyaman buat saya.
And for those who are no longer with us, i say: so long, thanks for all the fishes.. and may you have a grand adventure!





June 11th, 2008 at 13:26
ehm.. meski belum berniat, apa sudah terlintas?? :p
June 11th, 2008 at 14:09
@ash: maksud lo? hehehe
June 11th, 2008 at 14:48
jadi apakah akan ada detikhongkong.com?
*nggak dapet poinnya hehe.
June 12th, 2008 at 10:50
@ ikram: hehehe detikhongkong, detikwashington, detiknewyork, detikuganda… pokoknya semuanya deh
June 13th, 2008 at 23:39
detikpurwokerto.com doms aw ;))
June 14th, 2008 at 21:12
@arya: dul! makanya anak istri dibawa ngerantau.. jadi kemutan purwokerto bae kan!?