Prinsip Dasar Jurnalisme Online
16 April 2008Ini menarik untuk diikuti, Paul Bradshaw dari Online Journalism Blog sedang menerbitkan sebuah seri yang akan membahas prinsip dasar dari jurnalisme online.
Bradshaw membuatnya dalam seri yang disebut BASIC, setiap huruf melambangkan sebuah konsep. Dan dia memulainya dengan B untuk Brevity.
Update: Bradshaw telah melanjutkan untuk huruf kedua, yaitu A untuk Adaptability.
Update 26 Feb 2008: Tambah lagi untuk huruf S untuk Scannability, artinya sudah ada 3 dari 5 huruf.
Update 16 April 2008: Sekarang sudah sampai huruf keempat, yaitu I untuk Interactivity.
Brevity artinya Ringkas
Ini merujuk pada konsep jangan bertele-tele saat menulis di web. Bukan berarti tulisan harus pendek, tetapi jika tulisan panjang sebaiknya dipecah dalam bongkahan-bongkahan yang lebih mudah dicerna. Hal itu bisa dilakukan dengan membuat sub-judul atau membuat tulisan berseri.
Bradshaw juga mengatakan bahwa konsep Brevity ini bisa diterapkan dalam video. Dengan membuat konten video yang saling terkait namun terpisah-pisah dalam bongkahan yang lebih singkat (di bawah 3 menit).
Adaptability artinya Mudah Mampu dan Mau Berubah
Ini merujuk pada kenyataan bahwa seorang jurnalis tidak lagi terbatas pada satu jenis cara penyampaian saja. Seorang jurnalis harus (paling tidak) tahu bahwa hasil kerjanya bisa disampaikan dalam bentuk teks, video, foto dan banyak lainnya.
(Terkait hal itu, simak juga contekan dari Mindy McAdams soal tujuh format di era jurnalisme multimedia)
Bradshaw mengatakan, selain jurnalis, konten alias informasi juga sejatinya bisa berubah-ubah cara penyampaiannya. Misalnya sebuah berita bisa mengandung data tentang lokasi yang kemudian bisa di-plot-kan dalam sebuah peta.
Cara agar konten bisa berubah, kata Bradshaw, antara lain dengan memanfaatkan tag, database dan sindikasi RSS.
(Oh ya, menarik juga untuk dibaca adalah tulisan Bradshaw tentang 10 hal yang telah berubah dalam dunia jurnalisme selama 10 tahun belakangan)
Scannability artinya Bisa Dipindai
Tapi mungkin lebih tepat dibilang, enak untuk dilihat sambil lalu. Prinsip ini mengambil premis bahwa kebanyakan orang saat menggunakan internet tak akan betah berlama-lama melototin monitor.
Ada beberapa hal yang disarankan Bradshaw soal scannability ini. Termasuk di antaranya adalah penggunaan subjudul pemecah artikel (subheading) dan format cetak tebal untuk menekankan poin tertentu dalam artikel.
Nah, yang menarik, terkait judul adalah ‘teori’-nya bahwa dua kata pertama adalah kata-kata paling penting dalam judul. Bradshaw mencontohkan:
To take a more specifically news-based example:
will work better as
Interactivity artinya Interaktif
Dan ini, ujar Bradshaw, bukan sekadar membuat sesuatu yang flashy atau canggih. Tapi memberikan kekuasaan pada pembaca situs untuk memanfaatkan apa yang ditampilkan sesuai kehendak mereka.
Atau, dengan kata lain, membiarkan pemirsa (viewer/reader) menjadi pengguna (user).
For journalists, the rise of interactivity means thinking about how you can give control to your readers - who are now, of course, users.That means giving control over the time and place they use it - so, making content downloadable, for example, or bookmarkable, or emailable, or bloggable. Allowing them to put it on their social networking page. Allowing them to sign up for email or text or RSS updates.
It means putting your content where the user is, not the other way: which means thinking of places like YouTube, Twitter, Facebook, iTunes, and Flickr - in turn, driving new traffic back to your own site.
Powered by ScribeFire.
Tags: jurnalisme, situs, teori

February 26th, 2008 at 18:29
Caki kayak lagi siap-siap mo ngajar
Jangan-2 emang mo ngajar (lagi) ya cak?
Jadi inget jaman ngajar dulu, tapi kayaknya aku ga nemu bahan ini nih waktu itu
February 26th, 2008 at 19:11
pengen sih sebenernya.. aku lagi ngasah-ngasah kepala/otak aja sih pi sebenernya..
pengennya sih kuliah lagi pake beasiswa ke luar negeri .. hehehe
April 16th, 2008 at 19:23
waah setelah baca saya dapat ilmu baru nih, walaupun agak2 masih ndak mudeng..
April 16th, 2008 at 21:04
tetap sehat, tetap semangat..
lho, kok ndak nyambung :d
–
salam kenal mas
April 17th, 2008 at 14:39
@ghatel: yeah saya juga masih perlu banyak belajar nih
@deekz: tetap melangkah / dan keraskan hati / di setiap hari / sampai nanti / sampai mati (letto)