Jurnalisme Sastrawi = Ngeblog?
Wednesday, February 13th, 2008Jurnalisme Sastrawi (literary journalism) atau juga dikenal dengan nama narrative reporting membuka kesempatan pada wartawan untuk berkreasi. Sentuhan warna, nuansa dan karakter ala karya sastra digunakan untuk membuat kisah yang dramatis (tapi tetap merupakan sebuah berita).
Menurut Brian Spadora, dari Poynter.org, Norman Sims (penulis buku True Stories: A Century of Literary Journalism) menyebut bahwa bentuk-bentuk awal dari jurnalisme sastrawi itu memiliki kemiripan dengan bentuk narasi yang sekarang akrab di kalangan jurnalis: apalagi kalau bukan blog.






