Perlukah Multimedia Journalist?
6 February 2008Tantangan saat ini, terutama di media online, ‘memaksa’ jurnalis untuk bisa segala hal. Mulai dari tugas jurnalisme dasar (reporting, writing) sampai fotografi dan videografi.
Nah, Bas Broekhuizen, editor Volkskrant TV di Belanda mengatakan ini:
“In my opinion every journalist can learn to be a video journalist, as long as he or she is not afraid of the technical aspects (camera, computer, et cetera). Journalism is about telling good stories and in that regard there’s no difference between writing and filming.
But to become a real good video journalist, you need talent and time. A lot of time.
That’s why I do not believe in the so called multi skilled journalist, or in ‘convergence by hardware’. Just handing out cameras to newspaper reporters will – in my opinion – not bring you video reports with the quality you want.”
(dikutip dari editorsweblog.org)
Saya rasa, jurnalis multimedia tetap perlu dilakukan. Namun garis bawahnya adalah pada perlunya arahan yang jelas mengenai apa yang di
butuhkan untuk video dan foto. Arahan yang jelas ini nantinya akan membantu dalam memilah, peristiwa apa yang perlu foto dan video dan peristiwa mana yang hanya cukup dilaporkan saja.
Sedangkan sebuah unit khusus, untuk video feature, juga tetap dibutuhkan untuk menghasilkan konten video yang punya nilai tambah. Arah ke video feature itu sudah dilakukan oleh tv.detik dalam liputan soal Obama.
Saksikan di:
- Ruang Kelas Menjadi Saksi
- Musala Tempat Bermain Obama
- Kamar Tidur yang tidak Berubah
- Melongok Bekas Rumah Barack Obama
- Sekolah di SD Asisi dan SD Menteng
- Dari Menteng Dalam ke Dempo
Powered by ScribeFire.
Tags: detik, detiktv, jurnalisme, multimedia, obama

