The Big Shaq ke Cavs?

25 June 2009

‘90% Shaq ke Cavs’
Cleveland Cavaliers bekerja keras untuk menebus kegagalan mereka di NBA musim 2008-09. Kini, mereka hampir pasti akan mendapatkan Shaquille O’Neal dari Phoenix Suns. (read more)

Yup, Mr O’Neal agaknya akan bergabung dengan LeBron James dan Mo Williams untuk musim depan di Cleveland Cavaliers.

Mungkinkah O’Neal menyajikan kekuatan yang diinginkan James di Cavs? Melengkapi duet Bron-Mo menjadi Bron-Mo-Shaq?


the mind behind the champion

22 June 2009

Bukan rahasia kalau saya nggak terlalu suka dengan Kobe Bryant. Ada sesuatu tentang Kobe yang membuatnya tampak: it’s all about me.

Dari sisi talenta tak perlu diragukan, Kobe memang punya kemampuan yang spesial. Bahkan ada yang bilang Kobe adalah pemain paling komplit saat ini.

Kemampuan Kobe dan Lakers-nya dalam mengatasi Orlando Magic di Finals NBA 2009 seakan membuktikan Kobe sebagai salah satu pemain hebat di sejarah NBA.

Yang membuat saya senang, ternyata di balik Kobe Bryant ada satu hal penting yang bernama riset! Yup, entah sejak berapa lama saya selalu beranggapan bahwa tim olahraga yang bagus adalah tim yang memiliki riset yang bagus.

Kobe pun punya risetnya sendiri. Selain dari Lakers, Kobe punya trainer khusus bernama Tim Grover. Ini adalah orang yang sama yang menjadi trainer legenda bola basket Michael Jordan.

Kobe pun punya seorang bernama Mike Procopio, asistennya Grover yang banyak memberikan masukan pada Kobe dari hasil riset. Yup, Kobe dan Mike’ Sweet Chuck’ Procopio konon kerap bertukar email seputar permainannya.

“To have someone as dedicated to the game as [Procopio], it was great for me,” Bryant said. “He could see things from the outside looking in that sometimes get a little cloudy when you’re in the moment of the battle.” (Yahoo)

Ya, riset telah membantu Bryant –pemegang empat cincin juara NBA– dalam mempersiapkan mentalnya sebelum pertandingan. Riset membantu Bryant memutuskan gerakan seperti apa yang perlu (dan tidak perlu) dilakukan dalam menghadapi tim dan pemain lain.

Riset, dengan demikian, telah banyak membantu Bryant dalam menjadi juara NBA.


and the magic is lost

18 June 2009

Where is the moment we needed the most
You kick up the leaves and the magic is lost

Jalan Magics ke Final NBA memang tidak sembarangan, mulai dari menggusur sang juara bertahan –albeit tanpa KG– hingga menggulingkan King James and The Cavaliers.

Tapi harapan sihir Magic yang sempat muncul di Game 3 memang tinggal sekadar harapan.

They tell me your blue skies fade to gray
They tell me your passion’s gone away

L.A. Lakers bukan tim biasa, sihirnya P-Jack lebih kuat daripada SVG. Dan Superman pun mengantungi batu kripton sepanjang Final.

Mungkin tahun depan mereka akan kembali dengan Sihir yang lebih kuat. Tapi hati-hati, Mr 4th Quarter Hedo Turkoglu bisa jadi akan mengambil opsi free agency di akhir musim ini padahal jelas peran The Turk dalam humpalitan Magics ke Final NBA tahun ini sangat besar.

Will you need a blue sky holiday?
The point is they laugh at what you say

Di lain pihak, The Mighty-Mighty Boston mungkin akan ‘hidup’ lagi tahun depan. (Ah, paling tidak, mereka harus sehat lagi) Jangan lupa,  ada juga dendam tak sudah dari King James.

Final tahun depan siapa? Lakers vs Celtics, Lakers - Cavs atau ada kuda hitam lain yang bakal muncul?

Sometimes the system goes on the blink
And the whole thing turns out wrong
You might not make it back and you know
That you could be ..well.. oh that strong

( Bad Day, D. Powter)


suatu malam di salihara

13 June 2009

ruang-ruang budaya jakarta adalah ruang-ruang ber-AC dengan rancangan modern. tengok saja gedung28, aksara book store, Qb World (masih ada tidak?) atau.. yang paling gres buat saya.. Salihara.

cocok tentunya, ini toh kota metropolis. ini bukan jogja dengan joglo dan pendopo-nya. ini bukan depok dengan sanggar-sanggarnya. ini bukan bogor dengan pohon-pohon rindangnya.

ruang budaya di jakarta adalah ruang-ruang wangi ber-AC dan terus terang saya menikmatinya. tak ada yang salah dari menempatkan sastra, teater, concerto dan diskusi-diskusi berbau filosofis ke dalam kotak-kotak beton yang adem ini. sama sekali tak ada yang salah.

maka malam itu, 12 Juni 2009, saya dan tukang krupuk pergi ke salihara. ngapain? ya tentunya untuk berbudaya dalam ruang-ruang ber-AC dan menikmati santapan batin pembacaan cerpen dari mas-mas dan mba cerpenis plus plus.

ada veven dengan sesuatu yang terkoyak-koyak, jujur prananto yang mengancam, bre yang kocak redana, bondan winarno dengan kisah yang maknyus serta debra yatim dan nuruyoroka.

“cak, kalo lu mau pulang duluan silahkan lho. kalo gua kan deket pulangnya, tinggal jalan,” kata arya seiring debra diperkenalkan. mungkin dia khawatir saya pulang kemalaman karena pembacaan cerpen ini bisa sampai malam.

saya, yang sedang asyik menikmati suasana budaya dalam ruang yang adem dan wangi itu malah mengumpat dalam hati. ‘dul!, saya pernah ikut pembacaan cerpen agus noor di TIM dan ngobrol sampai jam 2 pagi dengan penulis asal Jogja itu lalu tidur kandas di pelataran TIM sampai subuh, jadi ndak perlu takut kemalaman lah’. tentunya kata-kata yang muncul hanya: “nggak pa-pa kok, gua lagi menikmati ini”

tak berapa lama, baru saja kami sepakat untuk menyantap hidangan batin ini sampai malam (bila perlu sampai subuh!) sang pembawa acara mengumumkan: mari kita sambut, pembaca cerpen terakhir kita malam ini: Debra Yatim!

“Lah! kepriben kie? Sudah habis tho?”

Kapan-kapan ke Salihara lagi ah. tapi nggak mau untuk kuliah umum ‘memikirkan ulang humanisme’, lha mulai memikirkan humanisme saja sudah terlalu berat buat saya, boro-boro mau memikirkan ulang!


mungkinkah sihir itu terjadi?

10 June 2009

sepanjang sejarah, sejak Final NBA menerapkan format 2-3-2 (1985), 11 dari 12 tim yang memulai seri dengan 2-0 pada akhirnya menjadi juara.

artinya, Lakers punya keunggulan lebih besar (secara mitos/sejarah) untuk memenangkan seri ini melawan Magic.

namun hari ini, Magic berhasil mengalahkan Lakers dan mengubah kedudukan jadi 2-1.

mungkinka sihirnya Howard dkk bakal cukup untuk menaklukkan mitos itu?


the bigger man

1 June 2009

Matchup antara Mr James dan Mr Howard sudah selesai. The bigger name, bigger star, bigger salary dan bigger endorsement sudah dipastikan tak akan menemui the other bigger name di Finals NBA.

Yup, tak ada Dream Finals LeBron ‘King’ James vs Kobe Bryant.

Iklan-iklan NBA yang menampilkan rivalitas keduanya menjadi ..euh.. hanya sekadar mimpi basah Mr David Stern belaka.

Orlando Magic terbukti jadi the better team dan menundukkan James dkk. Konon, Howard memiliki peran pendamping yang lebih mendukung dibandingkan ’saksi mata” yang ditempatkan Cavs untuk menemani James di lapangan.

Bisa jadi, Cavs gagal membendung Magic karena:

  • Tak punya Big Man yang cukup kuat
  • Howard ‘terpaksa’ di-double, dan ini membuka satu Shooter Magic untuk melancark 3-point (dan percaya deh, ada banyak sekali 3-point dari Magic)

Nah, omong-omong soal Big Man, sekarang saya masih mempertimbangkan siapa yang Bigger, Dwight Howard atau LeBron James.

Ini bukan soal Star Power, gaji ataupun kemampuan di lapangan. Tapi ini soal pribadi keduanya.

Howard dan James memang nampak sebagai Good Guy. Keduanya (kalau saya tak salah mengamati) senang memberi untuk amal.

Keduanya juga tak suka mengkritik teman satu timnya secara blak-blakan dan cenderung sombong (tidak seperti ’seseorang’).

Namun satu hal yang kemarin agak mengganggu adalah ‘kabur’-nya James dari lapangan seusai dikalahkan Magic. Tak ada salaman sopan, apalagi peluk mesra penuh persahabatan seperti yang dilakoni Mr Bryant dan Mr Anthony.

Padahal James dan Howard pernah bersama-sama berjuang mendapatkan emas saat membela Amerika Serikat di Olimpiade 2008.

Kenapa James?

NB. Di sisi lain, James masih memiliki kekuatan dari aura-nya sebagai non-star superstar:

  • Ia selalu ditemani ibunya Gloria dalam pertandingan
  • Ia masih tinggal di Akron tempat masa kecilnya
  • Ia senang ‘gaul’ dengan keluarga dan teman lamanya
  • Ia menerima gelar MVP dengan upacara yang jauh dari kemewahan (diadakan di aula SMA-nya)

So who is the Bigger Man? James atau Howard? Dunno.. siapapun boleh asalkan tetap mempertontonkan aksi seru di lapangan! :)


a hero’s struggle

27 May 2009

Baik Los Angeles Lakers dengan Kobe Bryant-nya maupun Cleveland Cavaliers dengan LeBron James-nya sedang dilanda ‘kejutan’.

Bryant agak ‘lumayan’ karena ditahan imbang oleh Denver Nuggets. Di sisi lain, King James agak apes karena dalam posisi lemah 3-1 melawan Orlando Magic dan Super Dwight Howard-nya.

Masih ada banyak pertandingan, dan masih ada banyak kemungkinan.

Bisa saja Lakers akhirnya mengalahkan Nuggets. Atau bahkan Cavs membuat dramatic comeback dengan menghantam balik Orlando dalam sisa pertandingan yang ada.

Jika itu yang terjadi, laga Bryant vs James di final NBA akan menjadi Third Act yang dramatis. Mereka akan sampai di medan pertempuran klimaks dengan pernyataan: ‘kami telah melalui perjuangan berat, nyaris mampus, tapi kami kembali untuk menang!’.

Jika itu tidak terjadi, baik Nuggets maupun Magic juga bisa membuat klaim yang sama. “Kami telah menaklukkan para raksasa, dan tempat yang sah bagi kami adalah pada tahta juara!”

Finals NBA tahun ini tampaknya akan menjadi epos yang cukup seru.


Atlanta Hawks ke Final NBA?

19 April 2009

Saya sih nggak percaya. Tapi begitu kata widget-nya McDonalds. Obviously ada sesuatu yang benar-benar salah dari widget di NBA.com itu.

Sebagai contoh saja, Boston disebutkan melawan New York di Round 1 Playoff 2009. Masa sih New York 2009 bisa masuk Playoff? What kind of perverted playoff bracket is this?

Lebih ancur lagi, Boston kalah oleh… Millwaukee.. bukan New York. Liat aja deh di gambarnya, benar-benar absurd!

Untungnya gak lama setelah di-screenshot pengelola NBA.com menyadari kesalahan mereka dan menampilkan widget yang benar. :p

mcd_playoff2009


NBA Rehabilitation Center

5 March 2009

Pasca menjadi juara NBA, Boston Celtics agaknya layak mendapat gelar baru. Yaitu NBA Rehabilitation Center.

Mengapa? Coba saja tengok Mr Darius Miles yang sempat diajak berlatih paa Pre-Season Celtics tahun ini.

Miles adalah pemain yang sempat mengalami masa kelam di NBA. Dijuluki sebagai salah satu The Jail Blazers ketika bermain untuk Portland Trailblazers, Miles bukanlah sosok teladan.

Ia pun akhirnya dibuang oleh Blazers dengan alasan a career ending injury.

Tapi Ainge, Rivers dan Celtics memberikan kesempatan kedua bagi pemain itu. Dan Miles pun kini kembali melanjutkan kariernya di NBA. Tidak gemilang, tapi cukup memberi harapan.

Kasus terbaru adalah Stephon Marburry alias Starburry. Mantan pemain All Star ini cekcok berbulan-bulan dengan New York Knicks. Ia disingkirkan dari lapangan, dilarang hadir dalam pertandingan Knicks dan diasingkan bukan main oleh para pemain, pelatih, manajemen dan bahkan fans.

Tapi kini Celtics memberikan kesempatan kedua pada Marburry. Merekrutnya setelah semua kontrak dengan Knicks ditebus.

Kalau diteruskan, bisa-bisa semua pemain NBA yang bermasalah akan dilarikan ke Celtics bak korban Narkoba dikirimkan ke pusat-pusat rehabilitasi. The Boston Celtics NBA Rehabilitation Center?


Moon Rising

26 February 2009

Full MoonSudah beberapa lama, mungkin setahun dua tahun belakangan, saya tertarik dengan yang namanya NBA D-League. Sebagai seorang yang sejak dulu senang dengan underdog story, saya setengah berharap D-League akan menampilkan sebuah kisah Underdog yang heroik dan inspiratif (halah bahasanya).

Baru hari ini sempat iseng Googling soal kisah semacam itu, ketemulah cerita Jamario Moon. Kalau namanya terdengar familiar, Moon adalah salah satu kontestan NBA Slam Dunk Contest 2008.

Kisah Moon adalah kisah perjuangan tak kenal lelah. Ia menghabiskan tujuh tahun di Basketball Limbo sebelum akhirnya mendarat di NBA.

Basketball Limbo? Yap, dia terombang-ambing dalam dunia Minor League Basketball, Eropa dan juga entertainment Basketball. Moon pernah main di tim-tim Minor League yang bayarannya per hari dan kadang telat. Moon pernah beraksi bak pemain sirkus bersama Globetrotters, dengan ancaman  ‘if you can’t dunk it, you’re out of here‘. Moon pernah bermain bersama para Gladiator di Roma dan menjuarai kancah World Basketball di Eropa.

Perjalanan panjang dan melelahkan itulah yang akhirnya berbuah. Moon direkrut Toronto Raptors pada 2007. Menjadi peserta Slam Dunk Contest di NBA All Star Weekend. Dan kini ia bersama Dwayne Wade di Miami Heat.

Maybe someday they’ll make a movie out of him. It would be interesting to see.

Referensi: