• 22

    Sep

    Hari yang Panjang

    “A wise man once said–’the skill in attending a party is knowing when it’s time to leave.’” (Michael Stipe via http://remhq.com/news_story.php?id=1446 ) REM, salah satu band favorit saya, akhirnya memutuskan untuk selesai. Tak ada rasa sedih atau terharu setelah mereka bubar, hanya sedikit ‘kesal’ karena tak pernah sempat melihat penampilan live mereka. Mereka menyebut akhir karir 31 tahun itu sebagai ‘calling it a day‘ seperti yang biasa dilakukan para pekerja setelah selesai dalam sehari. Sebuah perpisahan yang casual untuk sebuah band yang rendah
  • 24

    May

    Saying Goodbye

    Beberapa peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu belakangan ini membuat saya berpikir soal perpisahan. Tadi malam, saat menonton How I Met You Mother, Season 6, episode 14, saya pun kembali terpikir soal perpisahan. Di Himym 6:14, Marshall mencoba mencari apa kata-kata terakhir dari Ayahnya yang baru saja meninggal. Ia pun memancing teman-temannya untuk memikirkan hal yang sama, apa kata-kata terakhir Ayah mereka seandainya pada saat itu juga sang Ayah sudah tiada. Dan saya pun terpancing untuk berpikir, apa kata-kata terakhir Ayah saya. Saat ini memang dia belum meninggal, tapi ketidakmampuannya untuk bicara (akibat stroke) hampir menjamin bahwa tidak akan ada kata-kata terakhir yang terucap lagi. Semakin saya memikirkannya, semakin saya tidak bisa menemukan apa tepatnya kata-kata
  • 17

    Mar

    Dua Aliran dalam Penulisan Panjang

    Kalau pernah ikutan NaNoWriMo, atau secara umum menyelam ke penulisan karya yang agak panjang (katakanlah Novel atau Buku), bisa diamati bahwa ada dua aliran dalam menulis. Tepatnya, dua aliran dalam ’strategi menyusun tulisan panjang’. Plotter / Planner : Ini adalah mereka yang menyusun dulu garis besar cerita atau ‘kerangka karangan’ sebelum menuliskannya. Aliran ini kadang dipandang sebelah mata karena dianggap membuat sesak kreativitas, tulisan konon jadi ‘tidak mengalir’ dan lain sebagainya. Pantser : Ini adalah mereka yang menyusun tulisan dengan langsung terjun kata demi kata, paragraf demi paragraf dan halaman demi halaman. Aliran ini dikritik karena kerap menghasilkan karya yang tidak fokus, berantakan dan ‘ke mana-mana’. Apapu
  • 15

    Mar

    Balok Balok Penyusun Sebuah Tulisan

    Ira Glass, produser dan pembawa acara This American Life, adalah tokoh yang patut dikorek otaknya untuk mendapatkan paling tidak sebagian dari ilmunya. Beruntung, ada serial video di YouTube yang menampilkan Ira Glass berbicara soal stroytelling. Kalau ada waktu, dan koneksi lagi bagus, coba lah mampir ke YouTube dan nonton serial tersebut (ada 4 bagian). Serinya berjudul Ira Glass on Storytelling. Berikut ini adalah beberapa hal yang sempat saya korek dari video-video tersebut: Sebuah cerita / tulisan memiliki balok-balok penyusun yang paling dasar. Yaitu: The Anecdote (anekdot): dalam bentuk yang paling murni, sebuah kisah adalah susunan kejadian. Hal ini terjadi, lalu ini, kemudian ini dan seterusnya. Ibarat sebuah kereta yan
  • 20

    Jan

    mengapa jengah (menulis) ?

    Pertama kali saya menerbitkan buku (lewat penerbit, dan bukunya tersedia di toko buku) adalah tahun 2007. Di tahun yang sama saya menuliskan 3,5 buku lainnya, sehingga total di 2008 ada empat judul buku di rak-rak toko buku yang mencantumkan nama Wicak Hidayat di-cover-nya. Empat tahun berlalu, sekarang sudah tahun 2011, dan tidak ada satu judulpun yang saya berhasil telurkan. Sebuah campuran dari ‘tak ada waktu’, ‘jengah’, ‘kehabisan energi’, ‘kesibukan’ dan lain-lain direbus jadi satu ramuan kegagalan yang pasti. Ah, betapa waktu cepat sekali berlalu. Dan kita-kita tiba-tiba sampai di persimpangan, tanpa ingat nomor angkutan yang tadi mengantarkan. Catherine Mackenzie membuat sebuah tulisan menarik di blog Writer’s Unboxed dengan
  • 29

    Dec

    oh social media, oh socialite

    Lucu juga membaca tulisan soal seorang bernama Peter Shankman di AS. Pria yang dijuluki (atau menjuluki diri?) ’social media socialite’ itu pada Natal lalu menggelar pesta besar dengan undangan terbatas. Guests of the first-of-its-kind party will be personally-chosen specifically by their social media influence and engagement. Undangan itu diledek habis oleh The Bad Pitch Blog –blog yang, btw, harusnya jadi santapan wajib penggiat Public Relations di Indonesia. (Baca selengkapnya di Open Letter to Peter Shankman…
  • 29

    Dec

    to quote or not to quote

    Banyak orang yang cukup terpesona dengan kutipan. Mereka (saya juga kadang-kadang sih) suka mengumpulkan kutipan-kutipan menarik dari berbagai tokoh atau tulisan yang ditemui sepanjang jalan. Tak ada salahnya. Tapi juga perlu hati-hati saat membumbui tulisan dengan kutipan. Kutipan yang gagal, menurut saya, adalah ketika masuk dalam tulisan dengan konteks yang kurang pas. Efeknya cukup fatal, si penulis bisa nampak sok pintar. Seakan hendak berkata: ’saya sudah pernah baca Zarathustra-nya Nietsczhe, dan saya akan mengutipnya di sini’ atau semacam itu. Ada juga kutipan sambil lalu yang, juga tidak selalu...
  • 16

    Dec

    jurus menulis singkat

    Menulis singkat, apalagi dalam batasan 140 karakter yang kita kenal baik itu, bukan berarti mengorbankan mutu tulisan. Itu poin utama dari Roy Peter Clark, pengelola kolom ‘Writing Tools’ dari Poynter Institute, dalam sebuah kolomnya tentang tulisan bermutu di jejaring sosial. Pembatasan karakter, dalam bentuk apapun, bisa menjadi alat yang baik untuk melatih disiplin seorang penulis. Karena harus singkat, penulis dipaksa untuk memotong, menyunting, memoles dan merapikan sambil tetap yakin bahwa pesannya sampai. Sebenarnya, menulis singkat ini bukan sekadar menulis pendek. ‘
  • 9

    Dec

    developing a thicker skin

    It is inevitable that some people will disparage anything you do, good or bad. It hurts but Im developing a thicker skin and at the end of the day it matters what you do, not what other people say. The only thing I can really promise about the future is that some point Ill make another mistake and royally screw things up and all I can do is be grateful for the people that remember were all human and the sooner we can move on the sooner we can get back to work. (Matt Mullenweg, 2005) Quote di atas patut dicatet, terutama buat mereka yang berkecimpung di dunia Jurnalisme atau Tulis Me...
  • 30

    Oct
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post